Perusahaan teknologi induk Gojek dan GoPay yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil membukukan kinerja positif di kuartal II-2026. GOTO mencatat laba bersih sebesar Rp 252 miliar, membalikkan kerugian Rp 375 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam paparan kinerja Rabu (29 Juli 2026), manajemen GOTO menjelaskan pencapaian di kuartal II-2026 melanjutkan tren positif di kuartal I-2026 dengan laba bersih Rp 171 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya." kata Direktur Utama GOTO Hans Patuwo melalui siaran pers, Rabu (29/7/2026).
Hans menambahkan, bisnis teknologi finansial (fintech) GOTO terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Bahkan, profitabilitas bisnis tersebut kini telah melampaui segmen layanan on-demand.
"Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami," imbuhnya.
Ekosistem GOTO juga tumbuh pesat. Hal ini dibuktikan dengan pengguna bertransaksi tahunan (ATUs) yang tumbuh 19% YoY menjadi 71 juta. Sementara GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi Rp 164 triliun.
GOTO tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2 triliun-Rp 3,4 triliun, dengan meningkatkan target kinerja bisnis Fintech, yang terus mencatatkan kinerja yang unggul.
Selain memaparkan kinerja keuangan, GOTO mengumumkan rencana menarik kembali sekitar 32 miliar saham treasuri atau setara sekitar 2,7% dari total saham yang beredar. Dalam melakukan penarikan kembali saham treasuri, GOTO akan mematuhi ketentuan regulator yang berlaku dan meminta persetujuan dari para pemegang saham.
GOTO akan menyampaikan informasi lebih lanjut, termasuk pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.