Sebanyak tujuh karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pohon Bao, Kota Larantuka, Flores Timur, dipecat. Salah satu alasannya, para karyawan itu sering membawa pulang bahan makanan.
Kepala SPPG Pohon Bao, Anjelina Ruron, membenarkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tujuh karyawannya. "Tujuh relawan yang dilakukan pemutusan kerja, saya perlu memberikan klarifikasi terhadap kasus yang sedang berkembang. Mereka dikeluarkan bukan hanya mereka tidak menggoreng ikan saja tetapi kesalahan mereka dinilai sejak para relawan mulai bekerja. Selain tidak menggoreng ikan sebagai bahan baku, tetapi mereka juga tidak disiplin dalam menunaikan tugas sebagai relawan," beber Anjelina via WhatsApp (WA), Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anjelina, para pekerja yang diberhentikan sering membawa pulang bahan makanan dan bumbu dapur. Antara lain, bawang merah dan bawang putih, telur, minyak goreng, kemiri, dan sayuran. Bahkan, ada yang sampai diperjualbelikan.
"Selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk Ibu Kepala SPPG," imbuhnya.
Selain itu, Anjelina melanjutkan, mereka selalu membawa handphone dan tas kerja masuk ke dalam dapur di saat jam kerja. "HP yang dibawa masuk digunakan untuk main TikTok, FB Pro, serta status WA pada saat berada dalam dapur," cecar Anjelina.
Anjelina menuding para pekerja sering tidak mentaati prosedur operasional standar (SOP) alat pelindung diri (APD) saat jam kerja. Mereka juga sering meninggalkan tugas pada saat jam kerja tanpa alasan, bahkan sering pulang terlebih dahulu sebelum menyelesaikan tugas.
"Pernah diberikan teguran secara lisan dan tertulis bahkan sudah dipindahkan dari satu divisi ke divisi lain. Sering terlambat masuk kerja dan tidak ada berita ketika mereka tidak bekerja," tandas Anjelina.
Salah seorang karyawan yang dipecat, Tifes Koten, mengaku pemecatan dilakukan secara mendadak. Tifes mengungkapkan sebanyak delapan karyawan dipanggil oleh Kepala SPPG Anjelina pada Kamis (4/6/2026). Keesokan harinya, tujuh karyawan diberhentikan.
"Kami delapan orang, tapi malam itu satunya (warga) tidak hadir jadi sisa tujuh orang. Besok dikasih berhenti," kata Tifes Koten,dikonfirmasi detikBali, Jumat (12/6/2026).
Tifes mengaku diberhentikan bersama rekan-rekannya, salah satunya karena tidak menggoreng ikan kering sebagai lauk untuk makan bergizi gratis (MBG).
"Alasannya karena kami tim tidak goreng ikan kering dan besoknya langsung dipecat," kata dia.
(hsa/hsa)










































