Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan operasional sea plane atau pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, dapat beroperasi pada akhir Juli 2026. Saat ini, moda transportasi untuk wisatawan premium itu masih dalam tahap penyelesaian sejumlah perizinan.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengungkapkan proses pengurusan izin dilakukan secara serempak di NTB dan Bali yang menjadi salah satu titik lepas landas pesawat ini. Moda transportasi ini disiapkan khusus untuk memanjakan turis menuju sejumlah destinasi unggulan di Bumi Gora.
"Sedang mengurus perizinan. Mudah-mudahan targetnya akhir Juli atau awal Agustus sudah bisa berjalan," kata Ervan, Kamis (11/6/2026).
Ervan menegaskan pemerintah tidak akan memaksakan percepatan operasional sebelum seluruh legalitas rampung. Selain izin penerbangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemanfaatan kawasan Bendungan Batujai juga masih berproses di Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Kami tidak bisa memaksa karena harus legalitasnya terpenuhi dulu. Semua sedang berproses secara simultan, baik bendungannya maupun perizinannya," ujarnya.
Simak Video "Video 2 Anggota DPRD NTB Ditahan Usai Jadi Tersangka Kasus Uang 'Siluman' Pokir"
(iws/iws)