Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 11 Orang

Ahmad Viqi - detikBali
Senin, 08 Jun 2026 10:57 WIB
Jemaah haji asal NTB tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (Foto: Dok. Kanwil Kemenhaj NTB)
Mataram -

Jumlah jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah bertambah menjadi 11 orang. Seluruh jemaah yang wafat tersebut dimakamkan di Arab Saudi.

Kakanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengungkapkan tiga dari 11 jemaah yang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Lombok Timur.

"Di Kabupaten Lombok Timur ada tiga jemaah yang wafat di Tanah Suci, yakni Hajjah Isniwat Isyum, Harun Al Rashid, dan Hajjah Mainah Subuh," kata Amin, Senin (8/6/2026).

Amin menuturkan Kanwil Kemenhaj NTB saat ini tengah menjadwalkan kunjungan takziah ke rumah duka para jemaah yang meninggal dunia. Setelah menyelesaikan agenda takziah kepada keluarga jemaah asal Lombok Tengah, pihaknya akan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Amin, agenda tersebut akan disisipkan di sela-sela proses pemulangan dan penyambutan jemaah haji yang kembali ke daerah asal.

Sebaran Jemaah Haji NTB yang Wafat

Selain dari Pulau Lombok, lima jemaah haji yang meninggal dunia berasal dari Pulau Sumbawa. Rinciannya, tiga jemaah berasal dari Kabupaten Bima dan dua jemaah dari Kabupaten Sumbawa.

"Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa sudah melakukan kunjungan langsung kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan," jelas Amin.

Secara keseluruhan, sebaran 11 jemaah haji asal NTB yang wafat di Tanah Suci meliputi tiga orang dari Lombok Tengah, tiga orang dari Lombok Timur, tiga orang dari Kabupaten Bima, dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa.

Mayoritas Lansia dan Punya Penyakit Bawaan

Sebelumnya, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram, Herman Nugraha, mengungkapkan sebagian besar jemaah yang meninggal dunia merupakan lanjut usia (lansia). Penyakit bawaan serta kelelahan fisik setelah puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) menjadi faktor utama penyebab kematian.

"Kebanyakan yang sudah lansia, ada yang sakit jantung, paru, yang memang sudah ada penyakit bawaan dari sejak keberangkatan. Karena kondisi kelelahan, capek, itu mempengaruhi kondisi yang bersangkutan," kata Herman, Rabu (3/6).

Selain jemaah yang meninggal dunia, Herman menyebut masih ada 12 jemaah haji asal NTB yang menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi.

Bagi jemaah yang belum bisa dipulangkan sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) asalnya, proses kepulangan akan diatur pada kloter berikutnya setelah kondisi kesehatannya membaik atau dinyatakan sehat.

Herman juga mengimbau jemaah yang telah tiba di tanah air agar tetap menjaga kondisi kesehatan dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan.

"Untuk jemaah yang sudah tiba di tanah air, kalau dia misalnya agak sedikit kurang sehat, minum obat. Kalau ada gejala-gejala sakit, segera melapor ke puskesmas terdekat," pungkasnya.



Simak Video "Video Proses Evakuasi Turis Malaysia yang Jatuh di Gunung Rinjani"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork