Lima kali erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/6/2026), langsung melumpuhkan operasional Bandara Frans Seda Maumere. Akibat hujan abu vulkanik, lima penerbangan dibatalkan dan bandara ditutup sementara hingga Sabtu pagi.
Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Parthaian Panjaitan, mengatakan penutupan dilakukan karena aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki berdampak pada keselamatan penerbangan.
"Hari ini 5 Juni 2026 operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara sampai besok (Sabtu, 6/6/2026), pukul 06.00 Wita, karena terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki," kata Parthaian saat dikonfirmasi detikBali, Jumat.
Parthaian menyebut ada lima penerbangan Wings Air dan Nam Air yang batal terbang akibat erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000-2.500 meter.
" Dua pesawat Wings Air dan NAM Air yakni Kupang-Maumere (Wings Air) , Maumere-Kupang (NAM Air), Labuan Bajo-Maumere (Wings Air), Maumere-Labuan Bajo (Wings Air) serta Kupang-Maumere (NAM Air)," imbuhnya.
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus pada Jumat siang sekitar pukul 11.15 Wita. Letusan gunung berstatus Level III Siaga itu memuntahkan kolom abu setinggi ± 2.500 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep S Mboro, mengatakan tinggi kolom abu teramati mencapai ± 4.084 meter di atas permukaan laut.
Saat erupsi terjadi, kolom abu berwarna kelabu tampak tebal dan condong ke arah barat hingga barat laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 mm dan durasi ± 2 menit 17 detik," kata Herman dalam keterangan resmi, Jumat.
Berdasarkan data PVMBG, Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat meletus lima kali hingga Jumat sore dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000-2.500 meter.
Herman mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Simak Video "Video Detik-detik Erupsi Gunung Marapi Pagi Ini: Lontarkan Abu Vulkanik 2 Km"
(dpw/dpw)