Perahu pengangkut penumpang dan berbagai perlengkapan nikah tenggelam di Muara Naga Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/6/2026). Lokasi perahu tenggelam dekat kawasan treking mangrove Desa Golo Sepang.
Kepala Desa (Kades) Golo Sepang, Saverius Banskoan, mengatakan perahu itu mengangkut sebanyak 20 penumpang, termasuk anak-anak dan perempuan. "Seluruh penumpang selamat," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal kayu tersebut, tutur Saverius, berangkat dari Terang, Desa Golo Sepang, menuju Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng. Berbagai peralatan pernikahan yang dibawa perahu itu adalah sound system dan kursi.
Menurut Saverius, salah satu saksi mata peristiwa perahu tenggelam itu adalah Saris. Saris saat itu bersama rombongan Kelompok Alam Sejati sedang melakukan monitoring kawasan mangrove. Perahu yang tenggelam tersebut sempat berpapasan dengan perahu yang mereka gunakan.
"Saksi menjelaskan bahwa sebelum tenggelam, kapal terlihat miring dan diduga terdorong oleh hembusan angin yang cukup kuat. Kondisi tersebut menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya kemasukan air dan tenggelam," jelas Saverius.
Proses evakuasi dilakukan oleh rombongan monitoring mangrove yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Beberapa perahu nelayan yang kebetulan melintas di perairan tersebut juga ikut membantu menolong para penumpang tersebut.
"Lokasi kejadian cukup jauh dari pemukiman warga sehingga upaya penyelamatan sangat bergantung pada bantuan kapal yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung," terang Saverius.
Kejadian tersebut, menurut Saverius, menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Sejumlah speaker, peralatan audio, dan mesin generator (genset) untuk kebutuhan sound system mengalami kerusakan berat akibat terendam air. Sebagian peralatan bahkan tenggelam dan belum berhasil ditemukan. Sementara sebagian kursi hajatan berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian.
"Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 150 juta," ujar Saverius.
(iws/iws)










































