Satu lagi bocah hanyut diterjang ombak di wilayah perairan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan tewas pagi tadi. Korban bernama Anindita Mantika Muslim (9) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dua hari pencarian.
"Setelah dilakukan pencarian intensif hampir dua hari, korban akhirnya berhasil ditemukan," ungkap Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, Minggu (31/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryanto mengungkapkan jasad Anindita pertama kali ditemukan oleh warga di kawasan Pantai Sombrok, Lingkungan Pondok Perasi, Ampenan, Mataram. Setelah dievakuasi, jasad bocah itu langsung dibawa ke tempat tinggalnya di wilayah Ampenan.
"Jenazah sudah kami evakuasi ke rumah duka bersama tim Basarnas Kota Mataram," imbuh Ryanto.
Sebelumnya, Anindita dilaporkan hanyut saat sedang bermain di tepi Pantai Karang Buyuk, Ampenan, pada Jumat (29/5). Ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret tubuh Anindita ke tengah laut.
Tidak hanya Anindita yang dilaporkan hanyut diterjang ombak di wilayah perairan Ampenan. Pada hari yang sama, seorang bocah 13 tahun bernama Pietro Alesandro Seda (13) juga dilaporkan hilang di Pantai Skip, Ampenan.
Pietro awalnya mandi di pantai tersebut bersama delapan temannya. Akan tetapi, ombak besar tiba-tiba menerjang dan menyeret mereka ke tengah laut.
Seluruh teman Pietro berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai. Sementara itu, Pietro kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Pantai Malbau, Karang Buyuk, Ampenan Selatan, pada Sabtu (30/5).
(iws/iws)










































