Polisi mengungkap kondisi air Sungai Talau di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), jernih dan tak ada aktivitas proyek mol batu. Sebelumnya, kondisi sungai tersebut viral lantaran tercemar aktivitas penggalian sirtu untuk proyek AMP mol batu.
"Kami sudah mengecek lokasinya, tetapi sekarang airnya sudah jernih," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, kepada detikBali, Minggu (31/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachmat menjelaskan pengecekan dilakukan pada Sabtu (30/5/2026). Namun, anggotanya tidak menemukan aktivitas proyek mol batu di Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu.
"Anggota sudah ngecek ke sana, tetapi di lokasi sudah kosong, gara-gara viral kayaknya," jelas Rachmat.
Meski demikian, Rachmat menegaskan polisi tetap melakukan pemantauan di sekitaran lokasi. Hal itu dilakukan untuk mencegah pencemaran air yang bisa berdampak bagi kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air Sungai Talau untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami masih pantau dan sampai saat ini tidak ada lagi aktivitas," jelas Rachmat.
Diberitakan sebelumnya, Sungai Talau di Belu, NTT, viral lantaran tercemar. Pencemaran diduga akibat aktivitas penggalian sirtu untuk proyek AMP mol batu di Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu.
Postingan akun Instagram @belu_update menarasikan sudah lebih dari satu bulan warga mengaku air di Kali Talau berubah warna keruh setiap pagi hingga sore hari. Hal itu mengakibatkan aktivitas mandi dan mencuci terganggu karena air berubah warna.
"Diduga akibat aktivitas excavator penggalian sirtu untuk proyek AMP mol batu di Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Publik kini menunggu perhatian serius dari pihak terkait untuk mengecek langsung kondisi di lapangan," demikian narasi dalam akun tersebut, dikutip detikBali, Jumat (29/5/2026).
(iws/iws)










































