Penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat mengembangkan penyelidikan kasus kematian dua turis Austria di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang di Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyidik kini menelusuri aliran dana retribusi kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.
Langkah itu dilakukan sebab pungutan retribusi kunjungan wisatawan tidak sebanding dengan fasilitas keselamatan di kawasan wisata air terjun Cunca Wulang. Adapun dua turis Austria itu tewas terjatuh dari jembatan gantung di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang. Jembatan itu diketahui sudah dalam kondisi lapuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyidik mengendus adanya ketimpangan antara penarikan retribusi dari wisatawan dengan pemeliharaan fasilitas keselamatan," kata Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang dalam keterangannya, Jumat (28/5/2026).
Di lokasi kejadian, polisi menemukan bukti adanya pungutan resmi bagi setiap pengunjung. Aliran dana retribusi tersebut diketahui mengalir ke kas Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Desa Cunca Wulang.
"Ironisnya, fasilitas keselamatan dasar justru terabaikan," ujar Christian.
"Selain tidak tersedianya rambu peringatan bahaya di titik-titik rawan, pengelola juga tidak menyediakan fasilitas asuransi kecelakaan bagi wisatawan," imbuh dia.
Sejumlah barang bukti dokumen, termasuk buku registrasi kunjungan tamu dan berkas-berkas pengelolaan kawasan wisata, kini telah disita dan diamankan oleh penyidik.
Christian mengatakan kepolisian tengah membidik tata kelola keselamatan dan kelaikan infrastruktur di lokasi wisata alam populer tersebut guna mencari unsur kelalaian pidana. Setelah memeriksa lima saksi, penyidik menjadwalkan pemeriksaan dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat yang bertanggung jawab terhadap destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang.
"Kami tidak berhenti pada pemeriksaan saksi di lapangan saja. Kami menjadwalkan klarifikasi dari dinas-dinas terkait di Pemkab Manggarai Barat yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan aspek keselamatan di Cunca Wulang," jelas Christian.
Sebelumnya, Penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa lima saksi kunci terkait tragedi yang menewaskan dua wisatawan asing tersebut. Mereka yakni Kepala Desa Cunca Wulang selaku otoritas wilayah setempat, petugas pos retribusi tiket masuk, pramuwisata lokal yang mendampingi korban, sopir mobil sewaan korban, serta anggota Bhabinkamtibmas yang pertama kali mengamankan lokasi pascakejadian.
Air Terjun Cunca Wulang salah satu destinasi wisata unggulan di daratan Labuan Bajo. Lokasinya ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Labuan Bajo. Destinasi itu dikelola Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat.
Adapun korban diketahui merupakan pasangan suami istri, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57). Keduanya terjatuh setelah jembatan gantung setinggi sekitar 20 meter itu ambruk saat dilintasi.
(nor/nor)










































