Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelontorkan dana ratusan juta untuk membangun kembali rumah adat Bayan, Bale Beleq Timuk Orong, di Desa Bayan Timur, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Rumah adat itu perlu dibangun seusai terbakar pada Kamis (19/2/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB, Muhamad Ihwan, mengatakan warisan leluhur yang hangus dilalap api telah mendapat bantuan pembangunan ulang dari Pemprov NTB bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV NTB mewakili Kemenbud.
"Bantuan dari BPK atau Kemenbud itu sekitar Rp 200 juta dan dari Pemprov NTB sebanyak Rp 100 juta," kata Ihwan, Senin (25/5/2026).
Bantuan dari Pemprov NTB, Ihwan berujar, juga bakal digunakan untuk acara selamatan atau ritual saat melaksanakan pembangunan rumah adat. Acara ritual adat dan untuk acara selamatan mencapai Rp 30 juta.
"Jadi kebutuhan mereka Rp 30 juta itu untuk selamatan. Jadi kami bersama Balai Pelestarian Kebudayaan sudah turun langsung bertemu masyarakat adat Bayan membicarakan proses pembangunan kembali rumah adat ini," kata Ihwan
Pembangunan rumah adat Bayan tidak bisa dilakukan seperti pembangunan rumah biasa karena seluruh prosesnya harus mengikuti aturan masyarakat adat setempat. Pembangunan rumah adat Bayan juga bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun kembali ruang hidup kebudayaan masyarakat adat Bayan.
"Proses pembangunan nanti akan disesuaikan dengan kalender adat Bayan," ujar Ihwan.
Ritual pertama akan dilakukan pengambilan material bangunan. Selanjutnya, melakukan ritual adat yang mengiringi pembangunan tersebut. "Jadi disesuaikan ya dengan warga di sana," tutur Ihwan.
Selain membantu pembangunan fisik rumah adat, Pemprov NTB juga akan membantu pelaksanaan ritual selamatan adat ketika rumah adat itu kembali ditempati oleh masyarakat.
"Kayu nanti diangkat bersama, ilalang dikumpulkan bersama, dan pekerjaan dilakukan secara adat sebagai simbol bahwa kebudayaan Bayan tidak boleh runtuh oleh musibah," tegasnya.
Saat ini, masyarakat adat Bayan telah membangun rumah adat sementara guna menjaga tradisi mereka tetap hidup di tengah musibah kebakaran. Kawasan adat Bayan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan tertua di Pulau Lombok.
"Jadi masyarakat di sana masih mempertahankan arsitektur tradisional, ritual adat hingga tata kehidupan sosial yang diwariskan sacara turun-temurun," tegas Ihwan.
Karena itu, tutur Ihwan, pembangunan kembali rumah adat yang terbakar bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga identitas budaya masyarakat Bayan agar tetap lestari.
Menurut Ihwan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga menaruh perhatian besar terhadap kawasan tersebut sebagai simbol kekayaan adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur agar tetap terjaga hingga di masa mendatang.
"Bayan ini bagian penting dari ekosistem budaya NTB dan kawasan penyangga Geopark Rinjani. Jadi pelestarian rumah adat di sana menjadi perhatian serius pemerintah daerah," terang Ihwan.
Simak Video "Video: Kemenbud Kucurkan Rp 9,69 M untuk Cagar Budaya Terdampak Bencana"
(hsa/hsa)