detikBali

Viral Warga Estafet Gotong Peti Jenazah gegara Jembatan Putus di Amfoang NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Warga Estafet Gotong Peti Jenazah gegara Jembatan Putus di Amfoang NTT


Yufengki Bria - detikBali

Warga menggotong peti jenazah secara estafet saat menyeberangi Sungai Kapsali, Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT. (Tangkapan layar video viral)
Warga menggotong peti jenazah secara estafet saat menyeberangi Sungai Kapsali, Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT. (Tangkapan layar video viral)
Kupang -

Sejumlah warga menggotong peti jenazah secara estafet melewati sungai lantaran jembatan di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus. Momen tersebut viral di media sosial (medsos).

Berdasarkan sejumlah video yang beredar, warga tampak menurunkan peti tersebut dari sebuah mobil pikap hitam. Mereka kemudian menggotong peti jenazah tersebut bersama-sama dan menyeberangi Sungai Kapsali.

"An mafen (sangat berat). Memang berat," ujar seorang pria menggunakan bahasa Dawan dalam video yang dilihat detikBali, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat hendak menyusuri sungai, seorang pria terdengar memerintahkan sejumlah warga tersebut agar turun satu per satu untuk melewati tebing. Warga terlihat cukup kesulitan lantaran tepi sungai dipenuhi lumpur.

Saat tiba di seberang sungai, peti jenazah langsung dinaikkan ke atas pikap yang sudah disiapkan. Sementara itu, keluarga menyusul dari belakang dan dibantu oleh sejumlah warga.

ADVERTISEMENT

Kepala Desa Manubelon, Antonius Tak, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, momen warga menggotong jenazah sembari menyeberangi sungai itu terjadi pada Senin (18/5) sore.

"Peti jenazahnya dipikul secara estafet karena kendaraan tidak bisa lewat," ujar Antonius saat dikonfirmasi detikBali, Selasa.

Antonius mengungkapkan jenazah tersebut bernama Mesak Oemanu. Menurutnya, Oemanu meninggal dunia akibat serangan jantung di Pasar Oefitis, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, pada Senin.

"Kami bantu gotong untuk menyeberangkan. Jadi masyarakat yang bantu pikul petinya untuk dimuat di pikap yang ada di seberang sungai," jelas Antonius.

Menurut Antonius, warga menggotong peti jenazah itu sekitar 100 meter. Saat ini, lokasi tersebut belum bisa dilalui mobil dan belum ada jalan alternatif.

"Mobil belum bisa lewat. Tapi kalau motor bisa lewat, tapi harus dipikul dan biasanya dibantu oleh warga," tutur Antonius.

Jembatan Kapsali putus total pada 2023. Sejak itu, mobilitas warga hingga siswa kesulitan untuk beraktivitas. Bila terjadi banjir, warga Amfoang Barat Daya kerap melewati jalur Amfoang Selatan dengan medan yang sangat sulit dilalui.

"Kondisi ini sudah berlangsung lama. Rencananya nanti hari Jumat ini kami kerja bakti untuk buka jalan alternatif di Sungai Kapsali agar memudahkan mobilitas," pungkas Antonius.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads