Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sementara Danau Rana Mese dari kunjungan wisatawan. Langkah itu dilakukan setelah seorang siswa sekolah dasar (SD) tenggelam di danau yang berada di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Manggarai Timur, tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA NTT Joko Waluyo mengatakan penutupan sementara Danau Rana Mese berlangsung selama proses pencarian korban. Hari ini pencarian korban memasuki hari ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kunjungan wisata ke Danau Rana Mese sementara kami tutup, dalam rangka proses pencarian dan evakuasi anak tenggelam di Danau Rana Mese," kata Joko dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
BBKSDA NTT telah membuat pengumuman resmi tentang penutupan sementara Danau Rana Mese dari kunjungan wisatawan. Pengumuman tertanggal 5 Mei 2026 tersebut ditandatangani oleh Joko.
"Danau Rana Mese ditutup sementara untuk kunjungan wisata alam terhitung mulai tanggal 5 Mei 2026 sampai dengan selesainya proses pencarian dan penyelamatan yang akan diumumkan kemudian," demikian kutipan pengumuman BBKSDA NTT tersebut.
Diketahui, siswa kelas V SD bernama Germanus Alberno Ngitung alias Greis (12) tenggelam di Danau Rana Mese, Senin (4/5/2026). Greis berasal dari Kampung Maras, Desa Golo Loni. Greis diketahui masuk ke Danau Rana Mese tanpa sepengetahuan petugas.
Greis awalnya naik rakit di Danau Rana Mese bersama sejumlah temannya. Greis kemudian melompat dari rakit hingga akhirnya tenggelam. Temannya berenang berusaha menyelamatkan korban, tapi tak berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban hingga hari ini.
Danau Rana Mese adalah salah satu spot wisata di Manggarai Timur. Danau tersebut terletak sekitar 25 kilometer dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, NTT. Kawasan ini menawarkan pesona alam nan asri yang menakjubkan, terutama bagi para pengunjung yang mencari ketenangan.
(hsa/iws)










































