Para pedagang di Pasar Umum Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan dibangunkan lapak sementara dan menerima uang santunan Rp 2 juta setelah kebakaran yang terjadi pada Senin (27/4). Pembuatan lapak tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 juta.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menjanjikan uang santunan Rp 2 juta bagi masing-masing pedagang. Ia menyebutkan, bantuan tersebut sebagai upaya meringankan beban para pedagang.
"Semuanya butuh proses kami harap pedagang kita mau bersabar. Insyaallah kita akan berikan mereka sekadar bantuan modal kembali sama-sama Rp 2 juta," kata bupati yang akrab disapa Iron itu saat meninjau kondisi pasar, Rabu (29/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga merencanakan pembangunan lapak sementara bagi para pedagang agar dapat kembali berjualan dalam waktu dekat. Adapun pembangunan pasar permanen akan dianggarkan pada 2027.
"Masuk anggaran prioritas nanti tahun 2027. Jadi untuk solusi jangka pendek kita bangunkan lapak sementara bagi pedagang supaya bisa jualan kembali," kata Iron.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, anggaran untuk pembangunan lapak sementara diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Pembangunan tersebut akan segera dibahas dan direalisasikan.
"Secepatnya akan kami buatkan lapak sementara ini, besok kami langsung rapat. Ini masih perkiraan untuk anggarannya sekitar Rp 400 juta," ucap Dewanto.
Ia menambahkan, pembangunan lapak sementara diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Lapak akan dibangun menggunakan material rangka dan atap spandek.
"Kalau lapak sementara saya kira nggak lama karena atap spandek kemudian rangka sama pondasi saja. Mungkin bisa satu sampai dua bulan maksimal untuk semuanya," ujar Dewanto.
(dpw/dpw)










































