Proyek perbaikan jalan penghubung desa di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat tak kunjung rampung meski sudah melewati tenggat kontrak. Jalan tersebut seharusnya selesai pada Desember 2025, namun hingga kini belum juga diaspal.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat, Fauzi, mengkritik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang dinilai kurang cermat dalam memilih dan mengawasi kontraktor.
"Mungkin ini peringatan bagi eksekutif untuk lebih cermat memilah dan memilih kontraktor yang bekerja di Lombok Barat," ujarnya, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauzi menilai kontraktor yang belum menyelesaikan proyek tersebut telah melakukan wanprestasi. Ia pun meminta Pemkab untuk tidak lagi menggunakan kontraktor tersebut pada proyek-proyek selanjutnya.
"Jangan pakai lagi kontraktor seperti ini di proyek yang lain," tegasnya.
Selain menyoroti kinerja kontraktor, Fauzi juga mengkritik kebiasaan Pemkab Lombok Barat yang kerap melakukan tender proyek di akhir tahun. Menurutnya, pola tersebut berpotensi menyebabkan proyek molor karena faktor cuaca.
"Jangan terulang lagi kita mentenderkan barang-barang yang besar seperti ini di akhir tahun. Karena kita sudah tahu semua bahwa kalau akhir tahun itu pasti cuacanya buruk," katanya.
Fauzi mengungkapkan, kondisi jalan yang belum diaspal dikhawatirkan semakin rusak akibat tergerus aliran air dari perbukitan. Ia menuturkan, kondisi tersebut kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Oleh karena itu, ia mendesak agar perbaikan jalan segera dituntaskan, mengingat akses tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat.
"Kami minta ini untuk segera dituntaskan. Kan sudah ada kecelakaan lalu lintas di sana itu karena belum diaspal," tandasnya.
(dpw/dpw)