Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melepas 397 jemaah calon haji (JCH) asal Mataram secara perdana, di halaman kantor Wali Kota Mataram pada Minggu (26/4/2026).
Dari pantauan detikBali, ribuan warga tumpah ruah mengiringi keberangkatan 397 JCH asal Kota Mataram menuju Tanah Suci. Ada yang menangis, ada juga yang terharu bahagia.
"Kami terharu sekali mengantar keluarga kami berangkat ke Tanah Suci, alhamdulillah bisa berangkat tahun ini. Semoga bisa kembali dalam keadaan sehat walafiat dan bisa kumpul bareng kami lagi," kata Aziz, salah seorang warga Mataram, Minggu (26/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Sapriandi, warga Babakan, Kota Mataram juga turut meramaikan pelepasan perdana JCH asal Mataram di kantor Wali Kkota Mataram.
"Saya habis antar ipar, kami ke sini rombongan besar. Ada sekitar 30-an orang yang ikut. Ikut mendoakan beliau agar sehat selalu dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Kami juga menitipkan doa agar bisa dipanggil menuju Tanah Suci," ujarnya.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, berpesan kepada para jemaah agar menjaga lisan saat berada di Tanah Suci, agar tidak mengganggu kesempurnaan ibadah. Mohan juga berharap agar para jemaah bisa kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan menjadi haji yang mabrur.
"Kami mendoakan Bapak Ibu agar selalu dilindungi, pulang ke tanah air dalam kondisi sehat sehingga bisa berkumpul dengan keluarga tanpa kurang satu apa pun. Kami ucapkan selamat melaksanakan ibadah haji, Insyaallah menjadi haji yang mabrur," kata Mohan, Minggu.
Sementara itu, Kanwil Kementerian Haji Kota Mataram, Khairul Hadi menuturkan, ada 397 JCH yang tergabung ke dalam kloter 5. Dengan perincian, jemaah lansia berusia lebih dari 65 tahun sebanyak 74 orang, lansia 313 orang. Jemaah perempuan 215 orang, jemaah laki-laki 178 orang.
"Jemaah tertua atas nama Dakwiah Muhamad usia 87 tahun dari Karang Baru, dan jemaah termuda atas nama Lalu Fasya Abiyyu Ramdhani dari Gomong Barat, Mataram," kata Khairul.
"Di kloter 5 ini jemaah dengan risiko berat ada sebanyak 94 orang, risiko sedang 56 orang, risiko ringan 101 orang. Sementara itu yang menggunakan kursi roda ada sekitar 25 orang," sambungnya.
Tips Hindari Heat Stroke
Untuk menghindari heat stroke (kondisi tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis) saat haji, Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan RSUD Kota Mataram, Tris Cahyoso membagikan tips. Antara lain, perbanyak istirahat dan mengkonsumsi vitamin dan multivitamin saat berada di Tanah Suci.
"Sebaiknya istirahat seminggu sebelum berangkat, perbanyak tidur, konsumsi vitamin dan multivitamin. Bagi jemaah yang sudah sampai Madinah atau Mekkah, jemaah sebaiknya perbanyak minum," katanya, saat diwawancarai di pelepasan jemaah haji, Minggu.
"Di Mekkah itu (kondisinya) kering, sementara di sini itu kelembapannya 80 persen, kalau di sana itu 20-30 persen. Makanya kita harus sering-sering minum air, minimal 2 liter," sambungnya.
Selain istirahat yang cukup dan memperbanyak konsumsi air putih dan vitamin, Tris mengingatkan agar para jemaah menghindari makanan pedas selama ibadah di Tanah Suci.
"Kalau bisa dibatasi, jangan terlalu sering. Khusus untuk risiko tinggi (risti) sering-seringlah beristirahat, jangan dipaksakan kalau mau ke masjid. Kalau kondisi lagi capek, usahakan istirahat dulu, jangan dipaksakan," terangnya.
(hsa/hsa)










































