Larangan parkir di depan gerbang Asrama Haji Jempong, Sekarbela, Kota Mataram, tak digubris. Bahu jalan yang seharusnya steril justru dipenuhi kendaraan pengantar jemaah haji hingga memicu kemacetan saat bus keluar masuk lokasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah mengatur larangan parkir kendaraan di radius 100 meter ke kanan dan kiri gerbang Asrama Haji. Aturan ini dibuat untuk mencegah penumpukan kendaraan saat bus berukuran besar membawa calon jemaah haji keluar masuk lokasi.
Namun, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Berdasarkan pantauan detikBali, area depan gerbang Asrama Haji, terutama di radius 100 meter kanan dan kiri, dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menyebabkan penyempitan jalan dan memicu kemacetan saat bus pembawa calon jemaah haji melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta warga untuk mematuhi rambu yang ada, supaya tidak ada penumpukan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (24/4/2026).
Zulkarwin mengimbau para pengantar jemaah haji memanfaatkan area parkir yang telah disiapkan oleh pihak kecamatan maupun Dinas Perhubungan.
"Ada satu regu yang kami plotting di Asrama Haji untuk memecah kemacetan. Saat penebalan di area Asrama Haji, kami akan alokasikan lebih," ujarnya.
"Penebalan itu biasanya kalau rombongan jemaah masuk ke Asrama Haji. Nah biasanya pengantar jemaah itu ramai dan membludak. Seperti kemarin contohnya di kloter Lombok Timur, itu ramai sekali, jadi kami turunkan lebih banyak regu," sambungnya.
Zulkarwin menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir praktik parkir liar, khususnya di area larangan parkir.
"Kalau memang mengganggu, tentu akan kami kondisikan. Ini juga sudah menjadi atensi Pemerintah Kota bersama pihak kepolisian," tandasnya.
Sebelumnya, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menegaskan area depan Asrama Haji, yakni 100 meter ke barat dan timur, dipastikan steril dari kendaraan maupun pedagang sebelum jemaah tiba.
"Jemaah kloter pertama itu akan masuk pada 21 April, jadi tanggal 20 Aprilnya harus dibloking. Dimana lokasi parkir, dan dimana lokasi PKL yang boleh berjualan. Tak hanya area depan Asrama Haji yang steril, area median jalan juga kita pastikan steril dari lapak maupun pedagang. Ini kita lakukan semata-mata untuk memperhatikan keselamatan warga," kata Martawang.
"Kami imbau kepada masyarakat pengantar jemaah untuk mentaati apa yang menjadi perintah petugas di lapangan. Misalkan 100 meter dari barat dan timur asrama, jangan lagi ada kendaraan yang parkir," terangnya.
(dpw/dpw)










































