detikBali

2 Calon Jemaah Haji Asal Lombok Timur Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Terpopuler Koleksi Pilihan

2 Calon Jemaah Haji Asal Lombok Timur Gagal Berangkat ke Tanah Suci


Tim detikBali - detikBali

CJH Wanita asal Lombok Timur dilarikan ke RSUD NTB. Diduga penyakit patah tulang di kaki, kambuh saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Selasa (21/4/2026)
Foto: CJH wanita asal Lombok Timur dilarikan ke RSUD NTB. Diduga penyakit patah tulang di kaki, kambuh saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Selasa (21/4/2026) (dok. Kanwil Kemenhaj NTB)
Mataram -

Sebanyak dua calon jemaah haji (CJH) asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), gagal berangkat ke Tanah Suci, Arab Saudi, pada tahun ini. Dua CJH di kloter 1 itu tak bisa melaksanakan rukun Islam kelima pada musim haji 2026 karena sakit.

"Ya ada dua gagal berangkat pada kloter 1, tetapi keduanya sudah ada pergantian seat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, saat melepas seluruh jemaah haji kloter 1 di Asrama Haji Lombok, Selasa malam (21/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan JCH NTB pada Unit Pelaksana Tugas (UPT) Asrama Haji Embarkasi Lombok, Suparlan, mengatakan salah satu CJH yang gagal berangkat merupakan perempuan berusia 55 tahun yang mengalami fraktur atau patah tulang pada bagian leher pinggang. Satu CJH lagi adalah laki-laki berusia 85 tahun yang mengalami kondisi anemia sedang.

Karena kondisi fraktur yang terjadi kurang dari tiga bulan, Suparlan berujar, maka Asrama Haji Embarkasi Lombok merekomendasikan JCH tersebut tidak memenuhi kriteria laik kesehatan atau istithaah kesehatan.

ADVERTISEMENT

"Kami merekomendasikan batal berangkat tahun ini karena kami berpegang pada regulasi tentang prosedur pemeriksaan jemaah haji embarkasi dan debarkasi. Di mana di sana dijelaskan bahwa fraktur yang kurang dari tiga bulan itu tidak termasuk istithaah," tegas Suparlan.

Suparlan mengungkapkan kedua JCH pada kloter 1 harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB karena kondisi kesehatan yang memburuk. Hasil pemeriksaan kesehatan intensif terhadap dua JCH kloter 1 asal Lombok Timur telah keluar.

Hasil pemeriksaan tim medis RSUD NTB dan dokter spesialis penerbangan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram, kondisi JCH tersebut belum layak terbang. BKK Mataram juga menyebut JCH laki-laki berusia 85 tahun yang mengalami anemia sedang ditunda keberangkatannya bersama kloter 1.

"Hasil pemeriksaan, kadar hemoglobin (HB) yang bersangkutan saat ini masih berada di angka 5, jauh di bawah batas minimal untuk keamanan penerbangan. Jadi untuk bisa diberangkatkan, paling tidak HB-nya harus 8,5. Jadi, keberangkatannya di Kloter 1 ini kami tunda," jelas Suparlan.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads