detikBali

Disinyalir Pekerjakan Anak, LPA Desak Pemkot Mataram Tertibkan Lapak Kumuh

Terpopuler Koleksi Pilihan

Disinyalir Pekerjakan Anak, LPA Desak Pemkot Mataram Tertibkan Lapak Kumuh


Sui Suadnyana, Nathea Citra - detikBali

Suasana penataan Taman Udayana, Kota Mataram, Jumat (22/8/2025). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Foto: Suasana penataan Taman Udayana, Kota Mataram, Jumat (22/8/2025). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram mendesak pemerintah kota (pemkot) setempat dan aparat terkait untuk segera menertibkan keberadaan lapak-lapak kumuh, khususnya warung kopi (warkop) yang menjamur di kawasan Taman Udayana. Desakan ini muncul setelah temuan lapangan yang menunjukkan banyak lapak yang kini telah beralih fungsi.

Berdasarkan temuan LPA Mataram, banyak lapak yang kini beralih fungsi menjadi tempat tinggal semi permanen yang terlihat sangat kumuh. Lapak-lapak warkop ini pun disinyalir banyak mempekerjakan banyak anak-anak di bawah umur rentan usia 14 hingga 16 tahun.

"Lapak-lapak di Udayana ini menjadi persoalan karena ternyata banyak lapak yang dibangun dan dikembangkan secara serampangan dan menjadi kumuh. Kawasan itu jadi kumuh karena dijadikan tempat tinggal. Ini menjadi perhatian kami dan atensi kami," kata Kepala LPA Mataram, Joko Jumadi, saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (19/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Joko, Pemkot Mataram harus mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan fungsi taman kota dari lapak-lapak liar di Taman Udayana. Mengingat, banyak lapak yang kini beralih fungsi menjadi tempat tinggal semi-permanen.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir beberapa lokasi di situ sudah (banyak) disalahgunakan oleh pedagang di sana. Mau nggak mau harus ditertibkan. Dalam artian lapak di sana harus dikembalikan ke bentuk bangunan asli, bukan malah dikembangkan jadi serampangan," tegas Joko.

Selain kondisi kumuhnya kawasan lapak di Taman Udayana, Mataram, Joko juga menyoroti soal pengawasan anak-anak saat nongkrong di Taman Udayana hingga dini hari. "Pengawasan anak-anak yang nongkrong di situ jadi atensi, soalnya mereka nongkrong di sana sampai jam 12 malam," tutur Joko.

Seperti diketahui, Taman Udayana, Mataram, kembali viral usai kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami tiga anak di bawah umur. Berdasarkan temuan LPA Mataram, ketiga anak tersebut bekerja di salah satu warkop yang ada di area Taman Udayana.

"Membantu orang tua boleh, tetapi tidak dengan pekerjaan. Nah, yang kami permasalahkan di sini itu tempatnya yang bermasalah," jelas Joko.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads