Yayasan Reptil Asih Tabanan menemukan sarang ular king kobra di Banjar Jegu Tengah, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (8/10/2026). Sarang tersebut ditemukan di salah satu kebun milik warga dan berisi 23 butir telur king kobra yang disebut siap menetas.
Induk ular tidak ditemukan di sekitar lokasi meski tim telah melakukan pengintaian selama beberapa hari sebelum sarang dibongkar.
Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan sarang tersebut memiliki diameter sekitar 126 sentimeter dengan lingkar bagian luar mencapai 285 sentimeter. Kedalaman sarang sekitar 30 sentimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah telurnya 23 butir. Induknya tidak ditemukan meskipun beberapa hari sebelumnya tim sudah melakukan pengintaian di sekitar lokasi," ujar Astridayanti.
Saat dilakukan pemeriksaan, suhu di dalam sarang tercatat 27,6 derajat Celsius. Sementara itu, suhu di luar sarang sekitar 25,5 derajat Celsius.
Penemuan tersebut menjadi temuan pertama Yayasan Reptil Asih Tabanan pada tahun ini yang menemukan telur king kobra dalam jumlah tersebut.
Sehari sebelumnya, Rabu (7/10), tim juga mengevakuasi seekor king kobra betina sepanjang sekitar 2,3 meter di Banjar Sambian Undagi, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan. Ular tersebut ditemukan dalam kondisi bunting. Tim memperkirakan ular itu tengah bersiap mencari atau membuat lokasi untuk bersarang.
Evakuasi dilakukan setelah warga melihat keberadaan ular tersebut dan melaporkannya kepada Yayasan Reptil Asih. Mengingat lokasi penemuan berada di jalur yang sering dilalui masyarakat, ular tersebut kemudian direlokasi untuk mencegah keresahan maupun potensi konflik antara ular dan warga.
"Yang di Timpag kondisinya hamil dan diperkirakan mau membuat sarang. Karena ada warga yang melihat dan lokasi itu merupakan jalur masyarakat, akhirnya kami relokasi agar masyarakat tidak resah," jelas Astridayanti.
Dua temuan tersebut menunjukkan aktivitas perkembangbiakan king kobra masih ditemukan di wilayah Tabanan. Yayasan Reptil Asih mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan ular berukuran besar, khususnya king kobra.
Masyarakat diminta segera melaporkan keberadaan ular kepada pihak yang memiliki kemampuan melakukan evakuasi dan relokasi sehingga keselamatan warga maupun satwa tetap terjaga.