Pria bernama Paulus Bunga (39) tewas tersengat listrik saat memotong daun lamtoro yang tak jauh dari rumahnya di RT 06, Dusun 02, Desa Tesbatan 1, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (18/4/2026) siang.
"Korban meninggal di atas pohon lamtoro setelah tersengat aliran listrik," ujar Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randy Hidayat kepada detikBali, Minggu (19/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Randy menuturkan kejadian itu bermula saat Paulus memanjat pohon lamtoro untuk memotong daun sebagai pakan ternak. Namun, saat memotong dahan, ia tak menyadari dahan yang dipotongnya jatuh dan mengenai kabel listrik utama milik PLN.
Akibatnya, ia langsung tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Dalam kondisi tersebut, Paulus sempat berteriak meminta pertolongan. Salah satu saksi, yakni Yoram Ataupah (45), yang mendengar teriakannya langsung berlari menuju lokasi.
Saat tiba, Yoram melihat tetangganya itu masih berada di atas pohon dalam kondisi tersengat listrik. Selanjutnya, Yoram melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar untuk membantu evakuasi Paulus.
Meski sejumlah warga berdatangan, mereka tidak berani menolong gan karena khawatir masih adanya aliran listrik bertegangan tinggi yang membahayakan. Paulus akhirnya meninggal di atas pohon.
Tak berselang lama, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi Paulus yang sudah meninggal. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari petugas medis Pustu Desa Tesbatan 1, ditemukan adanya luka bakar pada kedua telapak tangan, serta luka bakar di bagian lutut dan betis kirinya.
"Dari hasil pemeriksaan tersebut juga dipastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tutur Randy.
Menurut Randy, saat ini jenazahnya sudah dievakuasi ke rumahnya untuk disemayamkan. Keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
"Jadi peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jaringan listrik guna menghindari kejadian serupa," pungkas Randy.
(hsa/hsa)










































