Sebanyak 50 porter dan guide di kawasan Gunung Rinjani diberikan sertifikasi dan uji kompetensi. Sertifikasi dan uji kompetensi ini dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai upaya meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan pariwisata di Gunung Rinjani.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menyampaikan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan destinasi berkelas dunia di Gunung Rinjani.
"Kami kira pemandu gunung memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Karena itu, kompetensi, etika pelayanan, dan pemahaman terhadap aspek keselamatan harus terus ditingkatkan," ujar Aulia dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aulia mengatakan sertifikasi dan uji kompetensi porter dan guide ini dipusatkan di Senaru, salah satu pintu gerbang utama pendakian Gunung Rinjani. Seluruh peserta mengikuti proses sertifikasi dan uji kompetensi sebagai bagian dari upaya memastikan para pemandu lapangan memiliki legalitas resmi serta keahlian yang diakui secara nasional.
"Jadi wisata pendakian bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sektor yang sangat bergantung pada aspek keselamatan dan pelestarian alam," tegas Aulia.
Para peserta, Aulia berujar, diuji dalam berbagai kemampuan, mulai dari teknik navigasi, prosedur tanggap darurat, pelayanan wisatawan hingga pengetahuan mendalam mengenai ekosistem Gunung Rinjani. Uji kompetensi dan sertifikasi tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung visi NTB Mendunia melalui pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan wisatawan yang datang ke Rinjani tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga merasakan pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional," ujar Aulia.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Dende Dewi Tresni Budiastuti, mengatakan sertifikasi bagi para pemandu di Gunung Rinjani penting demi mendukung tata kelola pendakian yang tertib, aman, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip leave no trace.
Dende mengatakan pemandu wisata merupakan ujung tombak citra pariwisata daerah. Kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap destinasi Gunung Rinjani diharapkan meningkat dengan hadirnya pemandu yang kompeten dan tersertifikasi.
"Kami harap kualitas sumber daya manusia pariwisata di NTB makin kuat serta mampu memperkokoh posisi Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata pendakian kelas dunia yang aman, profesional, dan berkelanjutan," harap Dende.
(hsa/hsa)










































