detikBali

Tinjau Operasi Katarak di RS Mandalika, Mensos Sebut NTB Prioritas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tinjau Operasi Katarak di RS Mandalika, Mensos Sebut NTB Prioritas


Edi Suryansyah - detikBali

Mensos Saifullah Yusuf saat meninjau operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Jumat (17/4/2026).
Foto: Mensos Saifullah Yusuf saat meninjau operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Jumat (17/4/2026). (Edi Suryansyah/detikbali)
Lombok Tengah -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meninjau proses operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Jumat (17/4/2026). Ipul mengatakan angka pengidap penyakit mata ini terus meningkat, terutama di NTB. Oleh karena itu, Kemensos telah mencatat Gumi Gora sebagai prioritas.

"Kita akan berkolaborasi lagi, kita bekerja sama. Makanya kita berupaya, dan NTB salah satu menjadi prioritas kami," ujar Ipul kepada awak media seusai meninjau proses operasi katarak terhadap ratusan masyarakat Lombok Tengah di RS Mandalika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemensos tahun ini menargetkan lebih dari 6.000 penerima manfaat bisa terobati secara nasional. "Khusus tahun lalu (2025) kita bisa melakukan operasi katarak lebih kepada 6.000 penerima manfaat. Untuk tahun ini targetnya Insyaallah bisa lebih besar lagi dari 6.000 bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang bisa memperbanyak penerima manfaat," katanya.

Ipul menjelaskan program operasi katarak ini diberikan melalui kerja sama yang dijalin oleh Kemensos dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya juga menggandeng organisasi nonpemerintah seperti Filantropi Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah salah satu dari pelaksanaan program Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan daerah dan juga dengan Filantropi. Di mana setiap tahun kita memang melakukan bakti sosial operasi katarak di berbagai daerah di Indonesia salah satunya di NTB," ujarnya.

Ipul menyampaikan tahun ini pihaknya akan memberikan pengobatan gratis kepada 500 penerima manfaat di NTB. Selain itu, hal yang sama juga akan diberikan kepada pengidap penyakit katarak di daerah lain, seperti NTT dan wilayah Kalimantan.

"Untuk kali ini, pada bulan April ini, kami mengalokasikan 500 penerima manfaat di NTB salah satunya di Lombok Tengah," imbuh Sekjen PBNU itu.

Ipul juga memastikan program ini akan terus dilakukan setiap tahunnya dengan menggandeng organisasi-organisasi internasional dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

"Insyaallah (akan lanjut) tergantung data yang masuk. Kalau datanya masuk untuk kita lakukan, Insyaallah kita lakukan," tegasnya.

Ipul menegaskan penerima manfaat operasi katarak ini tidak ter-cover oleh BPJS. Anggaran yang disalurkan untuk menangani ini merupakan bantuan dari Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan pihak-pihak lain. "Ini di luar BPJS, ini adalah asistensi rehabilitasi kesehatan yang belum ter-cover BPJS," tandas pria yang pernah dua periode menjadi wakil gubernur Jawa Timur itu.




(hsa/hsa)










Hide Ads