Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Nikanor Neolaka (76) ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah sungai mati di Dusun Baulenu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi telentang. Diduga karena terseret banjir," ujar Kapolsek Tasifeto Timur Ipda Yusran kepada detikBali, Minggu (12/4/2026).
Yusran menjelaskan kejadian itu bermula saat Nikanor keluar dari rumahnya di Dusun Kidaluktetuk, Desa Manleten sekitar pukul 08.00 Wita tanpa sepengetahuan anak kandungnya, yakni Andreas Neolaka (50).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tak kunjung pulang, Andreas langsung memberitahukan kepada keluarganya untuk mencari di hutan sekitar rumahnya, tapi tidak ditemukan. Selanjutnya, Nikanor ditemukan oleh warga bernama Paulus Mau (66) saat hendak mengiris laru enau atau air nirah yang difermentasi di sekitar lokasi.
Setelah itu, Paulus langsung bergegas ke permukiman penduduk dan memberitahukan kepada keluarganya, termasuk polisi. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 3 kilometer (km) dari rumah Nikanor.
"Saat ditemukan, korban dalam kondisi sudah meninggal dunia. Di sekitar lokasi juga ditemukan pula sandal dan topi milik korban yang berada sekitar 2 meter dari jasad korban," jelas Yusran.
Setelah mendapati laporan tersebut, Yusran bersama sejumlah personelnya dan langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua untuk pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan luar, terungkap Nikanor sudah meninggal lebih dari 24 jam. Kemudian, di sekujur tubuhnya terdapat lebam mayat serta luka lecet di bagian wajah, tangan, dan kakinya, tetapi luka lecet tersebut dipastikan bukan penyebab kematian.
"Korban selama ini memiliki riwayat hipertensi dan diketahui sering mengonsumsi laru," ungkap Yusran.
Menurut Yusran, sebelum kejadian Desa Manleten sedang dilanda hujan deras yang mengakibatkan terjadinya banjir. Hal itu, diduga menjadi penyebab Nikanor terseret banjir.
"Penyebab kematian korban diduga disebabkan oleh tenggelam karena hasil pemeriksaan oleh dokter ditemukan adanya air pada mulut korban dan ini juga dikuatkan dengan lokasi TKP yang berada di sungai," pungkas Yusran.
(hsa/hsa)










































