Sebanyak 257 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berjualan di area Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) Taman Kota Giri Menang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Omzet yang diraup per pedagang dalam kegiatan tersebut mencapai juta rupiah per hari.
"Satu lapak di sini omzetnya mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 2,5 juta per hari. Kalau dihitung semua, bisa ratusan juta rupiah," ujar Koordinator lapak UMKM, Lalu Puguh Mulawarman, Sabtu (11/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CFN dan CFD di Taman Kota Giri Menang dibuka sejak setahun yang lalu. Menurut Puguh, antusiasme warga Lombok Barat cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat.
"Keuntungan kami di sini adalah pengunjung ramai dan mereka belanja, jadi bukan hanya sekadar ramai," imbuh pria yang berdomisili di Gerung tersebut.
Puguh sendiri menjual nasi ebatan khas Sasak di area kawasan tersebut. Ia mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 1,4 juta per hari.
"Yang paling ramai memang saat CFN. Kalau saat CFD, omzetnya berkisar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta lah. Tapi alhamdulillah lumayan," kata Puguh.
Puguh menyebut sekitar 100 porsi nasi ebatan yang dibawanya selalu habis dalam waktu lima jam. Pembeli pun datang dari berbagai daerah di Pulau Lombok.
Hal serupa dirasakan pedagang bakpao, Syifa. Ia mengaku meraup omzet hingga Rp 1 juta per hari. "Alhamdulillah dari jam 5 sampai jam 8 jualan sudah habis," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ayu mengaku rutin datang ke CFD dan CFN. Ia tertarik dengan beragam kuliner serta hiburan yang ditawarkan saat CFN di Taman Kota Giri Menang. "Senang bisa malam mingguan di sini, ada live music, makanan dan minumannya juga macam-macam," ucapnya.
(iws/iws)










































