Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Semuel Pandie mencurahkan berbagai persoalan di Nusa Tenggara Timur (NTT) di hadapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mulai dari stunting, kemiskinan ekstrem, hingga nasib buruh migran dan PPPK disampaikan secara terbuka.
Dalam sambutannya, Semuel menyoroti sejumlah isu krusial yang masih membelit NTT, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta peningkatan kasus HIV dan AIDS.
"Kami mohon mas Gibran berpihaklah kepada NTT, pusat stunting, kemiskinan ekstrem, persoalan buruh migran ada di sini, ada kekerasan perempuan dan anak di sini, serta kenaikan angka HIV/AIDS yang menakutkan ada di sini," ujar Semuel, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga meminta perhatian serius terhadap NTT sebagai daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terancam dirumahkan.
"Kami mohon berpihaklah pada NTT, terutama juga sebagai salah satu wilayah 3T yang membutuhkan perhatian lebih adil dan jangan lupakan juga nasib PPPK yang mendambakan masa depan yang lebih cerah. Sebab Paskah yang sejati adalah keberpihakan kepada mereka yang kecil, rapuh dan yang sedang berjuang," terangnya.
Semuel turut mengapresiasi kehadiran Gibran di NTT dan menyatakan komitmen GMIT untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Terimakasih mas Gibran hadir hari ini, Gereja Masehi Injili di Timor akan mendoakan namamu bersama Presiden Prabowo. Kami siap memberikan damai dan harmoni, kami akan memberikan contoh untuk Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, kehadiran Gibran diharapkan menjadi jejak damai dan memperkuat persaudaraan dari NTT untuk Indonesia.
"Kami hanya mau ingatkan mas Gibran, dari gerbang selamat Indonesia, selamat datang kiranya kehadiran ini menjadi jejak damai, persaudaraan dan jejak pembauran kepada bagi seluruh anak bangsa," terangnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki makna tersendiri bagi masyarakat NTT.
"Kehadiran Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka di tengah-tengah kita memperkuat makna kebersamaan tersebut. Ini bertanda sebagai simbol perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, terhadap peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," urai Laka Lena.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah mengirimkan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mencari solusi terkait persoalan PPPK di NTT.
"Kita bersyukur tadi pak ketua Sinode GMIT, menyinggung soal PPPK. Dan kemarin, Pak Wapres sudah mengirimkan Dirjen dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk mencari jalan keluar, agar nanti urusan PPPK ini bisa diselesaikan dengan baik dan memuaskan semua pihak." pungkasnya.
(dpw/dpw)










































