Polisi terus mendalami kasus dugaan pembunuhan mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR (21). Polisi turut mengerahkan anjing K9 ke kos korban di kawasan Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Ini untuk membantu mencari bukti-bukti yang ada di seputar TKP," ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Dharma berujar, sedikitnya ada 12 saksi yang telah diperiksa terkait kasus tewasnya mahasiswi asal Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa, itu. Menurutnya, pemeriksaan saksi juga masih terus berlanjut.
"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 12 orang dan kami masih memintai keterangan ke saksi yang lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Mataram telah melakukan autopsi terhadap jasad korban. Hanya saja, penyidik belum menerima secara resmi hasil autopsi tersebut.
"Kami masih menunggu dari dokter forensik. Kami sedang berkoordinasi untuk mengetahui hasil autopsi yang telah dilakukan," pungkas Dharma.
Diberitakan sebelumnya, NDR ditemukan tewas di kamar kosnya wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Mataram, pada Minggu (17/5) malam. Mahasiswi PGSD Unram itu diduga sudah meninggal beberapa hari sebelumnya.