Jalan putus di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), bakal diperbaiki menggunakan skema Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Perbaikan rencananya dilakukan tahun ini.
"Sudah kami ketemu dengan balai jalan, diusahakan tahun ini (pembangunannya). Saya belum tahu nominalnya berapa, tetapi besar anggarannya itu," kata Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LAZ menjelaskan perbaikan jalan putus akan direlokasi ke tengah perbukitan dan hutan sepanjang 9 kilometer (km) untuk menghindari bencana longsor. Walhasil, jalan yang dibangun tidak lagi bersebelahan dengan kali atau tebing. "Sepertinya itu agak lama (pembangunannya), tetapi kan sekali-kali dibangun ini," terangnya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat tengah mengurus pinjam pakai lahan untuk pembangunan jalan tersebut. Sebab, tanah yang hendak dibangun jalan adalah milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat akan mendesain jalan setelah selesai proses pinjam pakai.
LAZ menegaskan penanganan darurat jalan yang putus tetap dilakukan sembari menunggu jalan baru dibangunan. Namun, jalan itu tidak akan dibangun permanen "karena begitu hujan deras, tidak ada jaminan dia tidak akan longsor lagi itu," jelas LAZ.
Diberitakan sebelumnya, jalan kabupaten penghubung Desa Taman Baru dan Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, putus total diterjang longsor, Rabu (25/2/2026). Longsor dipicu besarnya air kiriman dari perbukitan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih tiga hari.
Jalan tersebut memang kerap terdampak longsor saat hujan deras. Namun, kali ini kondisinya paling parah hingga membuat akses kendaraan roda dua dan roda empat terputus total.