Sengketa Lahan Berujung Dapur MBG Dirusak Warga di Lombok Timur

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 19 Feb 2026 08:30 WIB
Polisi melakukan olah TKP di dapur MBG Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, yang dirusak oleh warga, Rabu (18/2/2026). (Foto: Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dirusak warga pada Selasa (17/2/2026) malam. Aksi tersebut diduga dipicu persoalan status lahan yang digunakan untuk pembangunan dapur.

Berdasarkan video yang diterima, sejumlah warga mendatangi lokasi dapur MBG dan merusak sejumlah fasilitas. Gerbang dan kanopi menjadi sasaran perusakan.

Pantauan detikBali, Rabu (18/2/2026), lokasi dapur MBG tampak sepi aktivitas dan telah dipasangi garis polisi. Sisa material terlihat menumpuk di depan gerbang.

Dipicu Status Lahan dan Aksi Demo

Kepala Desa Paok Lombok, Rasidi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut perusakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.

"Kejadiannya tadi malam, kebetulan saya sedang tidak di lokasi. Saya menerima laporan kejadian tersebut sekitar sebelum Isya," terang Rasidi ditemui detikBali, Rabu (18/2/2026).

Rasidi menduga aksi tersebut dipicu sengketa lahan yang digunakan untuk pembangunan SPPG yang disebut-sebut merupakan tanah wakaf. Sebelumnya, warga juga sempat menggelar demonstrasi dan menuntut agar lokasi dapur dipindahkan.

"Sempat juga ada demo sebelumnya, warga saat itu menuntut dapur untuk dipindahkan lokasinya," jelas Rasidi.

Menurutnya, pemerintah desa telah memfasilitasi musyawarah antara masyarakat dan pengurus yayasan. Dalam rapat koordinasi yang digelar di wilayah kerja pondok pesantren pada Minggu sebelumnya, disepakati pembangunan dapur tetap dilanjutkan.

"Pada hari Minggu, kami melakukan rapat koordinasi di wilayah kerja pondok pesantren. Akhirnya kami sepakat untuk melanjutkan pembangunan dapur MBG tersebut. Karena yang disampaikan oleh ketua pengurus yayasan pembangunan MBG tersebut salah satunya pendapatan untuk pondok pesantren," terang Rasidi.

Rasidi berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta setiap persoalan diselesaikan melalui musyawarah.

"Kami harapkan diselesaikan dulu dengan cara kekeluargaan, apapun masalahnya mari kami duduk bersama untuk mencari jalan keluar," ujar Rasidi.

Simak Video "Video: BPOM Puji Standar Keamanan Pangan SPPG Polri Cipinang, Nilainya A+"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork