Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki salah satu situs kuno yang terkenal, yakni Wadu Tunti. Situs yang berada di Desa Bumi Pajo (Padende), Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, ini dianggap sebagai jejak peradaban kuno.
Wadu Tunti adalah dua kata yang diserap dari bahasa lokal Bima (Mbojo). 'Wadu' berarti Batu, sedangkan 'Tunti' bermakna Tulis. Sehingga, Wadu Tunti diartikan dan bermakna Batu Tulis.
Bagi warga Desa Bumi Pajo, khususnya Dusun Ncuhi, Wadu Tunti adalah situs yang keramat. Bahkan, dianggap sebagai warisan dan peninggalan zaman prasejarah.
"Situs Wadu Tunti sudah ada sebelum Kerajaan Bima ada," ucap seorang warga di sekitar Situs Wadu Tunti, Alwi, kepada detikBali, Minggu (15/2/2026).
Alwi mengungkapkan situs Wadu Tunti sebagai tanda dan simbol bahwa di Padende atau Bumi Pajo sudah ada peradaban masa lampau dengan sistem pemerintahan sendiri.
"Kami di sini percaya dan meyakini bahwa pada masa lampau sudah ada peradaban di Padende atau yang dikenal Bumi Pajo saat ini," jelas Alwi.
Keyakinan tersebut juga didukung dengan temuan sejumlah situs kuno dan prasejarah lain di Desa Bumi Pajo, seperti Wadu Nocu hingga situs bekas telapak kaki, dan tempat keramat yang dianggap makam Patih Gajah Mada.
"Situs-situs ini adalah peninggalan nenek moyang kami yang tidak boleh dirusak. Kami di sini wajib menjaga secara turun-temurun," jelas Alwi.
Simak Video "Video: Kena Rembesan Air Tanah, Situs Kuno di Alexandria Direstorasi"
(hsa/hsa)