Pendaki bernama I Gusti Agung ES (45) meninggal dunia setelah mengalami kelelahan hingga tak sadarkan diri saat mendaki Gunung Agung, Karangasem, Bali. Korban mengembuskan napas terakhir di Puskesmas Selat pada Sabtu (18/7) malam.
"Pendaki tersebut meninggal dunia kemarin malam," kata Kepala Puskesmas Selat, I Made Sudarba, Minggu (19/7/2026).
Sudarba mengatakan pihaknya langsung mengerahkan dokter dan petugas medis setelah menerima laporan adanya pendaki yang pingsan di jalur pendakian. Setibanya di bawah, korban langsung mendapat pertolongan awal sebelum dibawa ke Puskesmas Selat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di puskesmas, korban menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, beberapa menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia. Korban diduga meninggal akibat kelelahan karena memaksakan diri mendaki hingga mengalami gagal jantung.
"Kami sudah upayakan untuk melakukan penanganan yang terbaik, tapi nyawa korban tetap tak tertolong," ujar Sudarba.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak puskesmas berkoordinasi dengan keluarga korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tabanan untuk dititipkan.
Sebelumnya, I Gusti Agung ES mendaki Gunung Agung bersama beberapa rekannya sekitar pukul 12.00 Wita melalui jalur Pasar Agung, Kecamatan Selat.
Saat rombongan berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), korban diduga mengalami kelelahan hingga tak sadarkan diri.
Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban dari jalur pendakian. Koordinator Pos SAR Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, membenarkan proses evakuasi tersebut. Menurutnya, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Selat untuk menjalani penanganan medis.
"Benar, barusan kami selesai melakukan evakuasi. Saat ini pendaki tersebut sudah berada di Puskesmas karena kondisinya tak sadarkan diri," kata Bhayangkara, Sabtu malam.