5 Gunung di Jatim yang Menyimpan Situs Bersejarah

5 Gunung di Jatim yang Menyimpan Situs Bersejarah

Irma Budiarti - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 15:00 WIB
Ilustrasi gunung-gunung yang menyimpan situs bersejarah di Jatim.
Ilustrasi gunung-gunung yang menyimpan situs bersejarah di Jatim. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Jawa Timur tidak hanya dikenal memiliki deretan gunung yang indah untuk didaki. Di balik lanskap alamnya, sejumlah gunung di provinsi ini juga menyimpan situs-situs bersejarah yang menjadi saksi perkembangan peradaban kuno, terutama pada masa Hindu-Buddha hingga era Majapahit.

Peninggalan tersebut berupa candi, petirtaan, arca, hingga kompleks pertapaan yang tersebar di lereng gunung. Sebagian masih terawat dan menjadi objek penelitian arkeologi, sementara lainnya terus diungkap melalui penelitian terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung-gunung di Jatim yang Menyimpan Situs Bersejarah

Sejak berabad-abad lalu, pegunungan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Dalam tradisi Hindu-Buddha, gunung dipandang sebagai tempat yang sakral sehingga banyak dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan candi, tempat pertapaan, maupun pusat kegiatan keagamaan.

Tak heran jika sejumlah gunung di Jawa Timur hingga kini masih menyimpan berbagai peninggalan bersejarah yang menjadi objek penelitian arkeologi. Berikut deretan gunung-gunung di Jatim yang menyimpan berbagai situs bersejarah.

ADVERTISEMENT

1. Gunung Penanggungan

Gunung PenanggunganGunung Penanggungan Foto: Fariz Ilham Rosyidi/d'Traveler

Gunung Penanggungan merupakan gunung yang paling identik dengan situs arkeologi di Jawa Timur. Dalam publikasi resmi Kemendikbud berjudul Situs Gunung Penanggungan, kawasan ini disebut memiliki beragam bangunan purbakala dan menjadi salah satu gunung terkaya dari sisi peninggalan arkeologi di Indonesia.

Situs-situs yang ditemukan di lereng Penanggungan antara lain Candi Kendalisodo, Candi Yudha, Candi Selokelir, Petirtaan Jolotundo, hingga berbagai kompleks pertapaan dari masa akhir Majapahit. Penelitian BRIN 2024 mengidentifikasi ratusan titik baru yang berpotensi mengandung peninggalan arkeologi di kawasan ini.

2. Gunung Bekel

Gunung Bekel.Gunung Bekel. Foto: Instagram @penanggungan_bekel

Gunung Bekel merupakan salah satu anak Gunung Penanggungan yang juga kaya peninggalan budaya. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menyebut kawasan ini sebagai bagian dari kompleks Gunung Penanggungan yang memiliki konsentrasi cagar budaya sangat padat.

Di jalur menuju puncak Gunung Bekel ditemukan berbagai struktur batu, teras berundak, dan sisa bangunan yang diduga berkaitan dengan aktivitas keagamaan serta pertapaan pada masa Majapahit.

3. Gunung Kemuncup

Tak jauh dari Penanggungan terdapat Gunung Kemuncup yang juga menyimpan peninggalan bersejarah. Berdasarkan data Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, kawasan ini memiliki reruntuhan candi, arca Buddha, situs tangga batu, hingga beberapa struktur purbakala yang masih dalam proses pendataan dan pelestarian.

Keberadaan situs-situs di Gunung Kemuncup menunjukkan bahwa kawasan Penanggungan dan gunung-gunung di sekitarnya pernah menjadi pusat aktivitas religius pada masa lampau.

4. Gunung Arjuno

Gunung Arjuno.Gunung Arjuno. Foto: (Andik Setiawan/dTraveler)

Gunung Arjuno dikenal memiliki sejumlah situs pertapaan, petirtaan, dan peninggalan Hindu-Buddha yang tersebar di lerengnya. Kawasan Arjuno-Welirang sejak lama menjadi lokasi aktivitas spiritual para resi dan tokoh keagamaan pada masa kerajaan-kerajaan Jawa Timur.

Sejumlah temuan arkeologis di kawasan Gunung Arjuno menunjukkan bahwa gunung tidak hanya berfungsi sebagai bentang alam, tetapi juga memiliki nilai sakral dalam tradisi masyarakat Jawa kuno.

5. Gunung Lawu

Gunung Lawu.Gunung Lawu. Foto: Reni PS/d'Traveler

Meski berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, Gunung Lawu memiliki keterkaitan erat dengan sejarah akhir Majapahit. Lerengnya menyimpan berbagai situs penting seperti Candi Cetho, Candi Sukuh, dan sejumlah peninggalan purbakala lainnya.

Publikasi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menyebut lereng Lawu kawasan padat peninggalan arkeologi dari masa akhir Majapahit pada abad ke-15. Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan Lawu kawasan pegunungan paling penting untuk mempelajari perkembangan budaya Jawa menjelang runtuhnya Majapahit.

Keberadaan situs-situs bersejarah di kawasan pegunungan-pegunungan Jawa Timur menunjukkan bahwa gunung memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara masa lampau.

Tidak hanya menjadi bentang alam, gunung juga dipandang sebagai ruang suci yang digunakan untuk beribadah, bertapa, dan membangun berbagai monumen keagamaan yang jejaknya masih dapat ditemukan hingga saat ini.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads