Sebanyak 42.423 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 1-26 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB juga mencatat 11.993 rumah warga terendam banjir selama periode tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengungkapkan sebanyak 410 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat cuaca ekstrem di NTB. Selain itu, banjir juga merendam sekitar 1.300 hektare lahan pertanian dan 16 toko.
"Ada dampak ke pelayanan dasar seperti 22 fasilitas pendidikan terendam, 14 jaringan listrik terdampak, tujuh jembatan rusak, 130 meter persegi jalan terdampak," ujar Sadimin dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Menurut Sadimin, bencana alam juga mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka. Ia mengatakan bencana banjir, tanah longsor, hingga gelombang pasang terjadi di sembilan kabupaten/kota di NTB, kecuali Kota Bima.
Sadimin memastikan penanganan ratusan rumah rusak akibat bencana tersebut akan ditalangi dari berbagai sumber dana. Mulai dari APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, dana corporate social responsibility (CSR), hingga dana Bantuan Tak Terduga (BTT) dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
"Penanganannya dari berbagai sumber ada nantinya dari APBD kab/kota, APBD NTB, APBN, CSR, BTT provinsi dan kab/kota, dan sumber dana lainnya. Termasuk dari masyarakat sendiri," imbuhnya.
Simak Video "Video: Bagaimana Kota-kota di Dunia Beradaptasi Hadapi Cuaca Ekstrem?"
(iws/iws)