detikBali
Lombok Utara

Tragis, Anak Temukan Ibunya Gantung Diri di Rumah Kosong

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Utara

Tragis, Anak Temukan Ibunya Gantung Diri di Rumah Kosong


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Polisi mendatangi lokasi seorang IRT di Lombok Utara, NTB  mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Sabtu (24/1/2026). (Foto : Dok Polres Lombok Utara).
Foto: Polisi mendatangi lokasi seorang IRT di Lombok Utara, NTB mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Sabtu (24/1/2026). (Dok. Polres Lombok Utara)
Lombok Utara -

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial M (40) ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah di Dusun Lokok Setangi, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (24/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Kayangan, Iptu Zainudin, mengatakan korban diketahui sebelumnya mengalami depresi dan sudah melakukan percobaan bunuh diri.

"Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban sebelumnya mengalami depresi dan telah dua kali melakukan percobaan bunuh diri, tapi sempat digagalkan oleh pihak keluarga," kata Zainudin, Sabtu.

ADVERTISEMENT

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Ginanjar yang sedang mencarinya karena tidak ada di rumah. Sebelumnya, korban terlihat masih menyapu halaman rumah.

"Sekitar 10 menit kemudian, saksi mencari korban dan menemukannya di rumah orang tuanya yang sedang tidak dihuni dan masih tahap renovasi dalam keadaan tergantung di kayu plafon," ungkapnya.

Korban ditemukan tergantung menggunakan tali nilon warna merah. Korban berusaha diturunkan, tapi Ginanjar tidak mampu sendirian. Akhirnya meminta bantuan tetangganya.

"Kemudian bersama-sama memotong tali menggunakan gergaji untuk menurunkan korban," terang Zainudin.

Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. "Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum luar dan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan," tandasnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads