Dua korban yang tertimbun material longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berhasil dievakuasi hingga Jumat (23/1/2026) sore. Peristiwa longsor itu terjadi pada Kamis (22/1/2026).
Evakuasi korban membutuhkan alat berat karena material longsor berupa batu-batu besar, pohon, dan tanah. Material tersebut menimbun kedua korban bersama rumah yang mereka tempati. Namun, alat berat yang diharapkan untuk proses evakuasi belum juga tiba di lokasi.
"Alat berat dalam perjalanan tapi tadi tidak bisa dihubungi karena tidak ada jaringan," kata Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Buru Lana, seusai meninjau lokasi bencana, Jumat malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vitalis meninggalkan lokasi bencana sekitar pukul 19.00 Wita. Ia menyebut rumah yang ditempati korban sudah tertimbun material longsor. Dua korban berada di bawah timbunan material longsor di dalam rumah tersebut.
Menurut dia, pencarian korban belum membuahkan hasil karena masih menggunakan peralatan sederhana. "Pake sekop," ujar Vitalis.
Ia menambahkan, pencarian dengan alat berat kemungkinan bisa dilakukan mulai Sabtu pagi. Selain itu, tim SAR gabungan juga telah tiba di lokasi untuk membantu proses pencarian korban.
Diketahui, terdapat empat korban longsor di Kampung Tuwa. Mereka merupakan satu keluarga, yakni seorang ibu dan tiga anaknya. Albina Ria (49) dan anak laki-lakinya yang berusia tiga tahun, Apri Nikalaus Acan, mengalami luka-luka. Keduanya telah dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa. Salah satu di antara mereka dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, dua anak perempuan Albina, Theresia Resem dan Yustina Mira, masih tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.
Selain korban, ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan mengungsi ke rumah-rumah warga di kampung terdekat. Sebagian lainnya mengungsi di Kapela Stasi Meni.
(dpw/dpw)










































