Sejumlah perahu karet dikerahkan menuju Perumahan Pepabri, Dusun Kerepet, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Perahu karet tersebut digunakan untuk mengevakuasi warga yang dilanda banjir, Kamis (22/01/2026) siang tadi).
Pantauan detikBali, perahu karet yang dikerahkan tersebut diprioritaskan untuk mengevakuasi warga yang lanjut usia (lansia) serta kendaraan bermotor milik warga yang masih terjebak banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu unit ambulans juga disiagakan untuk mewanti-wanti warga yang lemas atau kondisinya cukup parah akibat dilanda banjir.
Kepala Desa Perampuan Zubaidi mengatakan jumlah warga yang dievakuasi menggunakan perahu karet tersebut tidak terlalu banyak, hanya sekitar puluhan orang dan beberapa kendaraan bermotor.
"Karena ada juga warga yang sudah mengungsikan diri sebenarnya dari kemarin," ujarnya, Kamis (22/01/2026).
Zubaidi mengatakan warga yang sudah dievakuasi tersebut langsung dikerahkan untuk mengungsi ke masjid, mushola, hingga ke Kantor Desa Perampuan sebagai posko sementara.
Di sisi lain, warga yang mengungsi di Masjid Baiturrahman Pepabri, Lalu Suwadi mengaku sudah mengungsikan diri selama dua hari di tempat tersebut bersama keluarga.
Suwadi menuturkan awalnya ia berniat kembali ke rumah miliknya pagi tadi. Namun karena hujan kembali mengguyur sampai siang tadi hingga membuat rumahnya semakin terendam banjir dan dirinya terpaksa lanjut mengungsi.
"Ini sudah hari kedua (mengungsi), kami nggak tahu sampai kapan banjir ini surut makanya," tuturnya.
Sebelumnya, Banjir di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat belum juga surut padahal sudah dua hari menggenang, sejak Rabu (21/01/2026) kemarin.
Pantauan detikBali pada Kamis (22/01/2026), banjir masih menggenang di Dusun Kerepet, Dusun Kapitan, Dusun Karang Bayan dan Dusun Bayan Pengsong.
Ketinggian air terparah terpantau sampai saat ini berada di Perumahan Pepabri, Dusun Kerepet yang mencapai paha orang dewasa.
Kepala Desa Perampuan, Zubaidi mengatakan banjir sempat surut kemarin Rabu, namun kondisi semakin parah karena hujan yang terus mengguyur sejak malam hingga siang tadi.
"Hujannya nggak reda-reda ini makanya, mau gimana kita. Dari tadi malam kami di sini tidak bisa tidur," ungkapnya, Kamis (22/01/2026).
Zubaidi mengatakan banjir yang menggenang sampai saat ini masih merendam ratusan rumah. Akibatnya, sekitar 600 KK warga Desa Perampuan terdampak dan harus mengungsi.
"Kondisinya sama seperti kemarin, sekitar 600 KK harus diungsikan ini," ujarnya.
(nor/nor)










































