detikBali

Ular Piton 3,5 Meter Masuk SD di Lombok Barat Bikin Siswa dan Guru Panik

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ular Piton 3,5 Meter Masuk SD di Lombok Barat Bikin Siswa dan Guru Panik


M. Zahiruddin - detikBali

Proses evakuasi ular piton sepanjang 3,5 meter di SDN 5 Lembar, Lombok Barat oleh Damkarmat Lombok Barat, pada Senin (19/1/2026), sekitar 19.15 Wita. (Dok. Damkarmat Lombok Barat)
Foto: Proses evakuasi ular piton sepanjang 3,5 meter di SDN 5 Lembar, Lombok Barat oleh Damkarmat Lombok Barat, pada Senin (19/1/2026), sekitar 19.15 Wita. (Dok. Damkarmat Lombok Barat)
Lombok Barat -

Suasana belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak panik. Pasalnya, seekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter tiba-tiba masuk ke lingkungan sekolah, Senin (19/1/2026).

Ular jenis sanca kembang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang guru di area halaman belakang sekolah sekitar pukul 09.15 Wita. Mengetahui hal itu, pihak sekolah segera mengamankan para siswa yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para guru kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat untuk meminta bantuan evakuasi.

"Salah satu gurunya yang melapor ke kami sekitar pukul 19.15 Wita. Kemudian tim evakuasi langsung dikerahkan menuju lokasi," ujar Kadis Damkarmat Lombok Barat Suherman kepada detikBali, Senin (19/01/2026).

ADVERTISEMENT

Suherman menjelaskan saat petugas tiba di lokasi, ular piton tersebut berada dalam kondisi terperangkap jaring bekas, sehingga proses evakuasi berjalan relatif cepat.

"Sekitar 10 menitan proses evakuasinya, nggak lama," tuturnya.

Setelah proses evakuasi selesai, ular piton tersebut kemudian langsung diserahkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram.

"Sudah kami serahkan ke BKSDA. Beratnya sekitar 8 kilogram dan tumben kita temukan dengan panjang seperti ini," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Suherman mengimbau kepada para guru yang sekolahnya dekat dengan area persawahan atau hutan. Selain itu, pihak sekolah diminta agar melakukan pengecekan secara berkala untuk mengantisipasi kemunculan ular atau hewan melata lainnya.

"Terlebih sekarang sedang musim hujan dan biasanya hewan melata itu keluar saat lembab seperti ini. Kami mengimbau agar dilakukan pengecekan secara berkala pada lingkungan masing-masing dan jika menemukan maka segera hubungi kami di Damkarmat Lombok Barat," tandasnya.




(nor/nor)










Hide Ads
LIVE