Sebanyak tujuh rumah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut, Jumat (16/1/2026). Rata-rata rumah rusak diterjang angin dan tertimpa pohon pada pukul 01.00-02.00 Wita, dini hari.
Novi Kelen, warga RT 17 RW 004 Kelurahan Sarotari Tengah, mengisahkan situasi mencekam malam itu. Atap rumah mereka beterbangan setelah terangkat angin kencang. Ia dan suaminya, Martinus Demo Wuwur, terpaksa mengungsi ke rumah tetangga pada dini hari tersebut.
"Jam 01.30 Wita. Kami berbaring di tempat tidur. Tiba-tiba angin angkat seng semua, dan kami lari ke sini (tetangga)," ujar Novi Kelen kepada detikBali, Jumat (16/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novi mengatakan, saat ini mereka masih bertahan di rumah tetangga karena rumahnya rusak berat dan tak bisa ditempati.
"Kita butuh seng, triplek, paku dan kayu karena sudah tidak bisa ditempati," imbuhnya.
Hal serupa dialami warga Kelurahan Amagarapati, Martinus Berybe. Rumahnya diterjang angin kencang dan tertimpa pohon kelapa sekitar pukul 02.00 Wita.
"Angin kencang kami sedang cerita di ruang rumah, buah kelapa jatuh, kena di belakang anak saya dan terperanjat. Jadi kaget, tidak bisa tidur lagi," kata Martinus kepada detikBali, Jumat.
Martinus menuturkan, saat kejadian ia bersama tiga anaknya belum tidur hingga pukul 02.00 Wita. Sebuah buah kelapa jatuh dan mengenai lengan anak istrinya.
"Saat kelapa jatuh mengenai rumah, kami kaget dan lari keluar rumah karena seng jebol," imbuhnya.
Martinus bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pantauan detikBali, kerusakan tujuh rumah terjadi sejak dini hari hingga pagi ini. Di Kelurahan Sarotari Tengah terdapat empat rumah terdampak, yakni milik Martinus Demo Wuwur (rusak berat), Yohanes Kado Hayon, Alfa Tonfanus, Piter Painlere, dan Teresia Genereng Ladjar.
Di kelurahan Sarotari, satu rumah tertimpa pohon mangga milik Ferri. Sementara di Kelurahan Amagarapati, satu rumah terdampak milik Martinus Berybe.
Angin kencang masih melanda Kabupaten Flores Timur sejak Kamis (15/1/2026) hingga Jumat (16/1/2026). Puluhan pohon tumbang menutup jalan dan mengenai kabel listrik.
Beberapa di antaranya juga menimpa rumah warga. Situasi tampak kacau karena angin kencang membawa material dedaunan dan patahan kayu berhamburan di jalan.
(dpw/dpw)










































