Sebanyak 100 orang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) pada 2025. Jumlah itu berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Total kasus 100 kasus DBD, satu orang meninggal," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Flores Timur, Wilhelmina Benga Ola, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (15/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilhelmina mengungkapkan Flores Timur mempunyai 21 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Kasus DBD selama 2025 paling banyak ditangani oleh Puskesmas Nagi (48 kasus), Puskesmas Oka (17 kasus), dan Puskesmas Waiwerang (9 kasus).
Kemudian, disusul Puskesmas Baniona (6 kasus), Puskesmas Waiklibang (4 kasus), Puskesmas Lewolema dan Witihama masing-masing 3 kasus, serta Puskesmas Lewolaga, Waimana, dan Ritaebang masing-masing 1 kasus.
Awal 2026, tutur Wilhelmina, sudah ada tiga kasus DBD baru di Flores Timur. Kasus DBD itu ditangani Puskesmas Ile Boleng (1 kasus) dan Puskesmas Lewolema (2 kasus).
Wilhelmina mengatakan Dinkes Flores Timur sudah mengimbau warga agar waspada sejak dini terkait penyakit DBD. Warga diminta melakukan pencegahan dan penanggulangan agar tidak berpotensi menimbulkan kondisi luar biasa (KLB).
Selain itu, Dinkes Flores Timur juga memberikan bubuk Abate kepada masyarakat melalui puskesmas dan melakukan fogging atau pengasapan radius 100 meter dari rumah pasien DBD. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan bakti sosial dengan menggabungkan gerakan 3M plus.
(hsa/hsa)










































