detikBali
Lombok Tengah

Diduga Dianiaya Orang Tak Dikenal, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Luka-luka

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Tengah

Diduga Dianiaya Orang Tak Dikenal, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Luka-luka


Sui Suadnyana, Edi Suryansyah - detikBali

Pria tanpa identitas dan diduga ODGJ ditemukan penuh luka oleh warga di Praya, Lombok Tengah. (Dok. Aktivis sosial Johan Hadi alias Amaq Ohan)
Foto: Pria tanpa identitas dan diduga ODGJ ditemukan penuh luka oleh warga di Praya, Lombok Tengah. (Dok. Aktivis sosial Johan Hadi alias Amaq Ohan)
Lombok Tengah -

Pria tanpa identitas yang diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan penuh luka-luka oleh warga di Taman Biao, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Korban diduga dianiaya oleh orang tidak dikenal (OTK).

Aktivis sosial, Johan Hadi atau akrab disapa Amaq Ohan, menjelaskan korban sedang dikerumuni sejumlah warga di Taman Biao. Melihat hal tersebut, Ohan langsung melarikan korban ke Puskesmas Praya untuk mendapatkan perawatan medis.

"Kalau kronologisnya sih saya tidak tahu, saya hanya melihat tadi sekitar jam 14.00 Wita itu dia sedang dikerumuni di seputaran Taman Biao. Terus saya bilang, kok begini orang-orang ini, tanpa pikir panjang saya langsung bawa ke Puskesmas Praya," kata Ohan kepada detikBali, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ohan, korban merupakan korban penganiayaan OTK. Hal itu dapat dilihat dari luka yang dialami di sekujur tubuhnya. Hampir di seluruh badannya mengalami bekas pukulan.

ADVERTISEMENT

"Dia robek kepalanya, bibirnya pecah, ada jahitan di bibir, di kepalanya empat (jahitan), tangannya (ada jahitan). Di sekujur tubuhnya bekas luka-luka," imbuh Ohan.

Ohan menemukan korban saat masih berlumuran darah. Hanya saja, korban saat itu tak langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga karena belum ada yang mengenalinya.

"Saya temukan masih berlumuran darah, tetapi sudah agak kering sih. Akhirnya saya bawa langsung ke Puskesmas," ungkap Ohan.

Korban saat ini berada di rumahnya di Kelurahan Praya. Korban juga telah diberikan perawatan di Puskesmas Praya dan sudah dikasih baju. Namun, pihaknya mengalami kendala karena korban belum bisa berbicara.

"Saya tanya-tanya ndak bisa jawab. Bahasanya juga bukan bahasa Lombok," ungkap Ohan.

Ohan menduga yang bersangkutan merupakan korban penganiayaan. Hanya saja, ia tak bisa berbuat banyak. Ohan juga belum mengetahui akan melaporkan ke kepolisian atau tidak. Baginya, yang terpenting korban telah mendapatkan perawatan medis dan diamankan di rumahnya.

"Kalau masalah hukum saya ndak tahu, saya hanya bawa karena rasa kemanusiaan," tegas Ohan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, mengungkapkan belum mengetahui kejadian tersebut. Ia telah memerintahkan anggota untuk ke rumah Ohan untuk mengecek langsung.

"Saya cek dahulu ya, yang bersangkutan diamankan di rumah warga dan belum ada laporan, (anggota) piket sedang meluncur untuk memastikan situasinya," jelas Punguan.

Punguan memastikan akan menindaklanjuti kejadian tersebut. Terlebih, korban diduga merupakan ODGJ yang tak seharusnya mendapatkan kekerasan.




(hsa/hsa)











Hide Ads