detikBali

Antrean Angkutan Sampah Mengular di TPS Sandubaya, Baunya ke Mana-mana

Terpopuler Koleksi Pilihan

Antrean Angkutan Sampah Mengular di TPS Sandubaya, Baunya ke Mana-mana


Nathea Citra - detikBali

Suasana antrean panjang di TPS Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (6/1/2026).
Foto: Suasana antrean panjang di TPS Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (6/1/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Antrean panjang motor pengangkut sampah terjadi di pintu masuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (6/1/2026). Hal ini terjadi akibat pembatasan ritase sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat (Lobar).

Pantauan detikBali, sepanjang area pintu masuk TPS Sandubaya, dipenuhi puluhan kendaraan pengangkut sampah. Mereka mengantre sangat lama untuk membuang sampah ke TPS. Bahkan, ada yang harus mengantre sejak subuh, untuk mendapat giliran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ketut, salah seorang petugas kebersihan di Cakra Selatan, akibat pembatasan ritase, banyak warga Mataram yang mengeluh karena sampahnya tidak diangkut tepat waktu.

"Banyak (warga) yang ngeluh ke kami, ada yang ngomel-ngomel juga, tapi (kondisi sekarang kan) dibatasi (jadi mau bagaimana lagi)," kata Ketut, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

Wawan, salah seorang warga Kota Mataram mengaku aroma sampah dari TPS Sandubaya, kian menyengat sejak beberapa hari terakhir.

"Setiap lewat arah sini, aromanya menyengat sekali. Kemarin-kemarin nggak terlalu, ternyata kalau kita lihat, ada antrean panjang. Pantas saja aroma sampahnya makin bau, kalau kita melintas di Sandubaya ini," ujarnya pada detikBali, Selasa.

Senada, Fahrul, salah seorang warga lainnya mengaku risih dengan aroma menyengat yang keluar dari arah TPS Sandubaya. Apalagi, sejak terjadi antrean panjang kendaraan pengangkut sampah, aroma busuk semakin tercium hingga jalan raya.

"Risih sih, apalagi banyak kendaraan yang melintas di dekat TPS itu," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pembatasan ritase di TPA Kebon Kongok, beberapa waktu lalu menjadi biang keroknya.

"Kami harus atur ritmenya untuk membuang sampah di TPS kita. Jadi saya mohon maklum kepada seluruh pihak agar kita sama-sama memahami situasi ini," kata Nizar.




(hsa/iws)











Hide Ads