detikBali

Semringah Tukang Sapu di Lotim Diangkat PPPK Setelah Puluhan Tahun Mengabdi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Semringah Tukang Sapu di Lotim Diangkat PPPK Setelah Puluhan Tahun Mengabdi


Sanusi Ardi W - detikBali

Marhunah, tukang sapu yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu setelah mengabdi puluhan tahun di Dinas LHK Lombok Timur, NTB, Rabu (31/12/2025). (Foto: Sanusi Ardi W/detikBali)
Marhunah, tukang sapu yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu setelah mengabdi puluhan tahun di Dinas LHK Lombok Timur, NTB, Rabu (31/12/2025). (Foto: Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Marhunah semringah ketika menerima surat keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim). Perempuan berusia 56 tahun itu diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu setelah puluhan tahun menjadi tukang sapu.

"Tentu sangat senang. Alhamdulillah setelah lama mengabdi saya akhirnya diangkat PPPK Paruh Waktu," ujar Marhunah seusai menerima SK di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (31/12/2025).

Pengangkatan tersebut menjadi kado tahun baru bagi Marhunah. Perempuan asal Reban Tebu, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, itu selama ini bekerja sebagai tukang sapi di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar 25 tahun lebih saya jadi tukang sapu, dan menerima SK sebagai honorer sejak tahun 2000," ucap Marhunah yang sehari-hari bertugas di sepanjang Jalan Prof Yamin SH, Selong, Lombok Timur.

ADVERTISEMENT

Selama menjadi tukang sapu, Marhunah mendapatkan honor Rp 700 ribu per bulan yang pembayarannya dicairkan setiap tiga bulan. Penghasilan tersebut dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai pendidikan cucunya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

Marhunah menerima SK pengangkatan PPPK Paruh Waktu dari Pemkab Lombok Timur bersama 10.998 orang lainnya. Mereka terdiri dari tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru.

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin alias Iron berpesan kepada para pegawai yang baru saja menerima SK PPPK Paruh Waktu untuk bekerja lebih profesional. "Bukan berarti setelah terima SK tidak melakukan apa-apa, tapi bergerak lebih cepat karena sudah menjadi bagian dari milik negara," ujar Iron dalam sambutannya.



(iws/iws)










Hide Ads