Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bakal mengevaluasi perbedaan data manifes penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dengan jumlah penumpang yang dievakuasi saat kapal terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dudy mengatakan data manifes KMP Putri Yasmin saat hendak berlayar tercatat sebanyak 114 penumpang, di luar jumlah kru kapal.
"Jadi laporan manifes awal itu adalah 114 penumpang belum ditambah kru," kata Dudy di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, data tersebut berbeda dengan jumlah orang yang dievakuasi tim SAR. Hingga kini, tim SAR telah mengevakuasi 173 orang dari KMP Putri Yasmin.
Menurut Dudy, perbedaan data tersebut menunjukkan adanya dugaan penambahan penumpang setelah manifes dilaporkan. Hal itu menjadi salah satu hal yang akan dievaluasi Kementerian Perhubungan.
"Inilah salah satu yang menjadi evaluasi kami. Bahwa walaupun surat izin berlayar sudah keluar data manifes itu, namun saat berlayar ada penambahan," imbuhnya.
Dudy menegaskan akurasi data manifes penting, terutama dalam kondisi darurat. Data tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah korban yang harus dievakuasi maupun mendapatkan penanganan.
"Biar supaya pihak Basarnas tahu berapa jumlah korban yang dievakuasi. Pihak asuransi juga tahu berapa orang yang harus diberikan bantuan," tegasnya.
Menurut Dudy, terdapat rentang waktu antara pelaporan data penumpang saat pengurusan izin berlayar dan keberangkatan kapal. Dalam rentang waktu tersebut, penambahan penumpang seharusnya dilaporkan.
"Antara pelaporan waktu izin dan ketika kapal berlayar itu ada rentang waktu. Nah saat itu kemudian ada penambahan penumpang yang mestinya dilaporkan," ujarnya.
Sebelumnya, KMP Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, NTB, pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Informasi insiden tersebut diterima Kantor SAR Mataram dari Nakhoda Rescue Boat (RB) 220 Mataram, Nurdin, pukul 04.39 Wita.
Video berdurasi 50 detik yang diterima detikBali memperlihatkan kepulan asap yang membuat penumpang kapal panik. Seluruh penumpang terlihat telah mengenakan pelampung.
"Hancur sudah. Allahuakbar," ungkap pria dalam video tersebut sambil mengenakan jaket pelampung.
Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan kebakaran kapal berdasarkan laporan awal diperkirakan terjadi pukul 04.15 Wita. Tim Rescue langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pertolongan dan evakuasi.
"Tim berangkat pada pukul 04.45 Wita dan diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada pukul 05.10 Wita," terang Lanang.