Nusra Sepekan

Pendaki Rinjani Dilarang Bawa Plastik-Denny Sumargo Serahkan Donasi Rp 1,7 M

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 12 Jan 2025 09:07 WIB
Foto: Denny Sumargo bersama anak-anak korban Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Kamis (9/1/2025). (IG @sumargodenny)
Denpasar -

Sejumlah peristiwa di Nusa Tenggara (Nusra) menarik perhatian pembaca detikBali pekan ini, Minggu (5/1/2025) hingga Sabtu (11/1/2024). Mulai pendaki Gunung Rinjani dilarang bawa plastik, truk ekspedisi di Flores Timur masuk got dan bikin tiga orang tewas, hingga Denny Sumargo serahkan donasi Agus Salim ke pengungsi Lewotobi.

Berikut rangkuman peristiwa di Nusa Tenggara selama sepekan dalam rubrik Nusra Sepekan.

Pendaki Rinjani Dilarang Bawa Plastik, Ancamannya Blacklist

Suasana Gunung Rinjani Lombok. (Ahmad Viqi/detikBali).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang pendaki membawa plastik saat mendaki ke Gunung Rinjani, Lombok. Larangan itu mulai diberlakukan pada pembukaan jalur pendakian pada 3 April 2025.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Maladi mengatakan pelarangan membawa plastik ke gunung Rinjani itu untuk menyikapi masifnya sampah anorganik yang dikumpulkan di jalur pendakian Gunung Rinjani.

"Dari data kemarin ada 40,8 ton sampah pendaki. Dari total itu ada 38,2 ton sampah anorganik dari para pendaki," kata Jamal, Senin (6/1/2025).

Dari 38,2 ton sampah anorganik yang dibawa pendaki, di antaranya plastik sebanyak 20,4 ton, kaleng sebanyak 3,7 ton, kaca 0,72 ton, botol plastik 5,3 ton, dan tisu kertas 7,9 ton selama 2024.

Jamal mengatakan berdasarkan data itu, solusi yang ditawarkan Dinas Pariwisata NTB setelah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani adalah melarang para pendaki membawa plastik saat naik ke Rinjani.

Dia menyarankan agar semua wisatawan yang naik ke Gunung Rinjani untuk memakai tumbler sebagai wadah air. Selain itu, membawa wadah logistik yang dibungkus plastik atau botol kaca.

"Nanti pakai tumbler untuk wadah air, nggak boleh lagi pakai botol plastik. Kalau Tupperware sebagai wadah logistik yang dibungkus plastik seperti mi instan dan sebagainya," kata Jamal.

Terpisah, Kepala TNGR Yarman menjelaskan aturan pelarangan membawa plastik ke Gunung Rinjani itu mulai diberlakukan tahun ini.

"Ini untuk mengurangi sampah plastik. Nanti kami cek semua barang yang dibawa pendaki saat naik dan turun kami cek juga," katanya.

Yarman sepakat semua bungkus logistik dari plastik harus dipindahkan ke wadah lain. Jika aturan itu dilanggar, Yarman berujar, para pendaki akan terancam blacklist atau pelarangan pendakian selama dua tahun.

"Artinya pemberlakuan ini supaya tidak ada lagi sampah yang kita temukan di Rinjani. Porter juga kami periksa semua tidak terkecuali," tegasnya.

Truk Ekspedisi di Flores Timur Masuk Got, 3 Orang Tewas

Polisi melakukan olah TKP terkait kecelakaan truk ekspedisi yang terperosok ke got saat hendak melalui jalan menurun di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (8/1/2025). (Foto: Yurgo Purab/detikBali)

Sebuah truk ekspedisi yang memuat keramik terperosok ke got saat hendak melalui jalan menurun di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, tiga orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

"(Korban) yang meninggal itu Eman, Peti, dan Rian," kata Lolik, salah satu korban selamat saat ditemui di Puskesmas Lewolaga, Rabu (8/1/2025).

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita pada Rabu. Truk berpelat nomor L 8675 UU itu diduga mengalami rem blong sehingga sopir tak bisa mengendalikan kendaraannya.

Menurut Lolik, ketiga korban yang meninggal dunia sempat meloncat dari truk saat kendaraan itu masuk ke got di kiri jalan. Truk itu diketahui mengangkut sembilan penumpang termasuk sopir.

"Kondisi kami aman. Yang terluka dua orang, Tiga teman mereka loncat," kata warga lain yang selamat, Yonggi.

Kasat Lantas Flores Timur, Iptu Agus Heriawan, mengungkapkan truk yang dikemudikan oleh Yohanes Nong Thoe Mbulu itu semula melintas dari arah Maumere menuju Larantuka. Ketika itu, empat orang duduk di bak truk dan empat orang lainnya duduk di kursi depan bersama sopir.

"Pada saat memasuki tikungan dan turunan, pengemudi hendak mengoper perseneling dari gigi 3 ke gigi 2, tetapi tidak berhasil," ujar Agus.

Sopir truk itu, Agus melanjutkan, sempat berusaha mengerem kendaraannya. Lantaran rem tak berfungsi, sopir itu pun membanting setir ke kiri dan menabrak tebing di pinggir jalan.

"Keempat penumpang yang ada di atas bak mobil jatuh terpental dan terjepit mobil dan meninggal dunia tiga orang," pungkasnya.

Soal Gaji dan THR Guru PAI klik halaman berikutnya



Simak Video "Menerbangkan Lampion di Malam Hari di Pulau Moyo, Sumbawa"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork