19 Jenazah Pekerja Migran Ilegal di Malaysia Dipulangkan ke NTT

19 Jenazah Pekerja Migran Ilegal di Malaysia Dipulangkan ke NTT

Simon Selly - detikBali
Kamis, 21 Mar 2024 14:28 WIB
Petugas BP3MI NTT mengecek peti jenazah PMI ilegal dari Malaysia di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang. (Simon Selly/detikBali)
Foto: Petugas BP3MI NTT mengecek peti jenazah PMI ilegal dari Malaysia di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang. (Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Sebanyak 19 jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulangan 19 jenazah PMI ilegal itu diterima sejak Januari hingga 21 Maret 2024.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT Suratmi Hamida mengatakan ada 20 PMI ilegal yang meninggal di Malaysia, namun 19 yang dikirim ke NTT. Satu jenazah dikuburkan di Negeri Jiran.

"Semuanya tidak terdata atau nonprosedural," kata Ratmi saat ditemui detikBali di ruang kerjanya, Kamis (21/3/2024).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk periode Januari sampai 29 Februari 2024 totalnya ada 14 orang, terdiri dari perempuan 4 orang dan laki-laki 9 orang. Sedangkan untuk periode Maret 2024 ada 6 orang dan datanya sementara direkap," tambahnya.

Selain jenazah, juga ada abu mayat yang dipulangkan ke NTT. PMI ilegal yang dipulangkan sudah menjadi abu berasal dari Kabupaten Nagekeo karena yang bersangkutan meninggal akibat COVID-19.

ADVERTISEMENT

"Itu merupakan jenazah COVID-19, aturannya jenazah COVID-19 dilarang untuk naik pesawat," ujarnya.

Ratmi menambahkan faktor kematian para PMI ilegal diakibatkan sakit sejak berada di tempat kerjanya.

Menurut Ratmi, dalam sejarah Malaysia, orang NTT telah mendiami negara itu sejak 1934. Artinya warga NTT telah mendiami negara itu sebelum Indonesia merdeka.

"Sedangkan undang-undang penempatan PMI itu hadir sejak tahun 1970, artinya kita sudah menjadi bermigrasi keluarga jauh sebelum orang Indonesia merdeka," terang Ratmi.

Migrasi orang NTT ke Negeri Jiran dilakukan oleh orang Alor, Lembata, dan Flores Timur (Lamaholot). Menurut Ratmi, ketiga suku dari tiga Kabupaten di NTT itu bermigrasi keluarga dan telah turun-temurun.

"Migrasi keluarga ini telah dilakukan turun temurun sehingga korbannya itu merasa tidak diperdagangkan. Mereka cuma melanggar dokumen, hanya bermodalkan paspor mereka bisa ke sana sesuai assesmen saya dengan para PMI ini," jelas Ratmi.

Berikut data jenazah PMI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia ke NTT masing-masing kabupaten:
1. Kabupaten Kupang, 3 jenazah.
2. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 3 jenazah.
3. Kabupaten Malaka, 3 jenazah.
4. Kabupaten Sikka, 3 jenazah.
5. Kabupaten Belu, 2 jenazah.
6. Kabupaten Nagekeo, 2 jenazah.
7. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), 1 jenazah.
8. Kabupaten Flores Timur (Flotim), 1 jenazah.
9. Kabupaten Sumba Barat, 1 jenazah.
10. Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), 1 jenazah.
11. Kabupaten Ngada 1 jenazah, namun dikuburkan di Malaysia pasien COVID-19.




(dpw/dpw)

Hide Ads