Perjuangan Petani Jagung di NTB Beli Obat-Susu untuk 4 Bayi Kembarnya

Perjuangan Petani Jagung di NTB Beli Obat-Susu untuk 4 Bayi Kembarnya

Ahmad Viqi - detikBali
Sabtu, 01 Okt 2022 13:47 WIB
Penanganan bayi kembar empat di RSUD Provinsi NTB.
Penanganan bayi kembar empat di RSUD Provinsi NTB. (Istimewa)
Mataram -

Muhammad Umar (37), petani jagung dari Desa Kaboro, Kabupaten Bima, NTB, kini harus berjuang lebih keras untuk bisa menghidupi keluarganya. Ia adalah ayah dari bayi kembar empat yang hingga kini masih dirawat di ruangan neonatal intensive care unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Itulah sebabnya, ia harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk beli susu dan obat keempat anak kembarnya.

Suami dari Siti Nursiah (35) itu menceritakan, beberapa obat yang harus diberikan untuk keempat bayi kembarnya tidak gratis. Umar pun harus mengeluarkan biaya lebih banyak demi pertumbuhan berat badan keempat bayinya yang lahir pada 7 September 2022. Keempatnya dinyatakan sebagai bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR).

"Dua minggu pertama saya beli obatnya Rp 800 ribu. Setelah masuk tiga minggu pertama ini, saya beli lagi seharga Rp 1,7 juta. Itu beda-beda obatnya," tutur Umar kepada detikBali, Sabtu (1/10/2022)


Untuk urusan susu, Umar memilih untuk membeli secara online. Susu untuk keempat bayinya itu berdasarkan saran pihak rumah sakit. Untuk susu saja, ia sudah mengeluarkan uang Rp 3.030.000.

"Obatnya sudah tiga kali saya beli. Susunya kemarin itu saya pesan kan secara online. Satu kotak kecil itu," kata Umar.

Umar mengaku sudah mengurus aktivasi BPJS Kesehatan untuk biaya perawatan keempat bayinya. Ia berharap biaya rawat inap keempat bayinya selama dirawat di ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB bisa ditanggung BPJS Kesehatan.

"Mudah-mudahan ditanggung biayanya ya sama dokter. Karena saya sudah mengajukan untuk BPJS-nya," kata Umar.

Selain itu, pihaknya sudah menerima informasi bahwa kondisi keempat bayi kembar yang akan diberi nama Aljabar, Almujahidin, Alzikru dan Alzikri itu terpantau normal.

"Kemarin dokter bilang kondisi bayinya semakin membaik ya. Berat badannya juga sudah ada tambahan," kata Umar.

Terpisah, Ketua Tim Penanganan Perawatan Intensif Ruang NICU RSUD Provinsi NTB, dr I Ketut Adi Wirawan mengatakan istri Gubernur NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah akan membuka donasi untuk biaya obat keempat bayi kembar asal Bima itu.

"Kemarin akan ada donasi untuk empat bayinya. Itu dibantu sama Ibuk Gubernur untuk pelayanan optimal bisa mengandalkan BPJS," kata dr Adi.

Sebelumnya, dr Adi mengatakan kondisi keempat bayi kembar tersebut sejauh ini masih stabil. Lantaran berat badan keempat bayi tersebut sangat rendah, maka perawatannya menjadi lebih ekstra.

Di sisi lain, dr Ketut Adi belum bisa memastikan waktu kepulangan keempat bayi milik Siti Nursiah tersebut. Menurutnya, pemulangan bisa dilakukan jika berat badan keempat bayi sudah berada di atas 1800 gram.



Simak Video "Kronologi Penangkapan Pencuri di Jembrana yang Libatkan ODGJ"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/irb)