Kondisi Terkini Bayi Kembar 4 di NTB Setelah 19 Hari Dirawat

Kondisi Terkini Bayi Kembar 4 di NTB Setelah 19 Hari Dirawat

Ahmad Viqi - detikBali
Senin, 26 Sep 2022 14:52 WIB
Bayi Kembar 4 ditangani langsung oleh dr. I Ketut Adi Wirawan, MSc., Sp.A (K) di RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram.
dr I Ketut Adi Wirawan (Foto: ist)
Mataram -

Bayi kembar empat yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB hingga hingga kini masih dirawat intensif di ruangan neonatal intensive care unit (NICU). Keempat bayi kembar milik pasangan Muhammad Umar (37) dan Siti Nursiah (35) itu belum bisa dipulangkan setelah sebelumnya dinyatakan sebagai bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR). Meski begitu, berat badan mereka hingga usia 19 hari sejak kelahiran berangsur meningkat.

dr I Ketut Adi Wirawan yang menangani proses persalinan menjelaskan kondisi keempat bayi kembar tersebut saat ini cukup stabil. Perawat juga sudah berhasil melepas dua ventilator pada keempat bayi asal Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima.

"Bayi 2 dan 3 itu sudah bisa lepas ventilator invasif ke non invasif. Malah bayi 1 dan 2 kita rencanakan akan CPAP (Continue Positive Airway Pressure atau terapi pernapasan)," tutur dr Adi, Senin (26/9/2022).


Selain itu, keempat bayi kembar tersebut juga masih terus diberikan nutrisi ASI. Keempatnya diberi nutrisi parenteral agresif terintegrasi dengan protein glukosa dan lipid. Secara umum, berat keempat bayi itu juga sudah meningkat.

"Keempat bayi ini beratnya sudah naik 100 sampai dengan 200 gram. Ini berkat ada dukungan dan doa semua pihak. Pada usia 3 minggu paling telat idealnya, semoga bisa full feeding," katanya.

Berdasarkan hasil pengukuran, selama memasuki pekan kedua atau usia 19 hari, berat badan (BB) keempat bayi beragam. Bayi pertama dengan berat lahir 1.350 gram kini meningkat menjadi 1.510 gram. Berikutnya bayi kedua dari 1.370 gram saat lahir, kini menjadi 1.530 gram.

Demikian pula bayi ketiga yang kini memiliki berat badan 1.200 gram dari 1.100 gram berat lahir. Sementara itu, berat bayi keempat saat ini mencapai 1.350 gram dari berat lahir 1.195 gram.

"BB-nya semua meningkat. Keempat bayi juga masih dibantu menggunakan alat nafas non invasif yang lebih ringan dari ventilator. Ini digunakan karena kondisi parunya sudah lebih baik. Ini kita lakukan untuk mencegah paru tidak mengembang karena lahir prematur," kata Adi.

Pihak perawat masih menunggu perkembangan pertumbuhan keempat bayi kembar. Jika BB bayi rata-rata sudah di atas 1.800 gram, barulah keempatnya akan dipindahkan ke Ruang Kanguru RSUD Provinsi NTB.

"Kalau mulus 2 minggu lagi baru bisa pindah ke Ruang Kangguru. Harapannya sepeti itu," pungkas dr Adi.

Untuk diketahui, keempat bayi kembar yang lahir pada Rabu (7/9/2022) di RSUD Provinsi NTB ternyata berasal dari keluarga petani. Muhammad Umar (37), suami Siti Nursiah (35), orang tua bayi kembar empat berjenis kelamin laki-laki asal Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, sehari-hari bekerja sebagai petani.

Sebelum kelahiran empat bayi kembar tersebut, pasangan ini sudah memiliki dua orang anak. Sehingga, kini pasangan Umar dan Siti telah memiliki enam orang anak. Umar pun sebelumnya sudah menyiapkan nama untuk keempat bayinya, yaitu Aljabar, Almujahidin, Alzikru, dan Alzikri.

"Nama-nama itu saya sudah siapkan setalah mengetahui keempatnya lahir dengan selamat kemarin," kata Umar kepada detikBali via sambungan telepon, Jumat sore (9/9/2022) di Mataram.



Simak Video "Geger Temuan Paus Terdampar di Jembrana"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)