Empat Pejabat Imigrasi Dimutasi, Buntut Dugaan Percaloan di ULP Lombok

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 11 Agu 2022 13:22 WIB
Kepala Ombudsman RI NTB Adhar Hakim Kamis (11/8/2022)
Kepala Ombudsman RI NTB Adhar Hakim Kamis (11/8/2022) (Foto: Ahmad Viqi)
Mataram -

Sebanyak empat orang pejabat di lingkungan kantor Imigrasi Kelas I Mataram Unit Layanan Paspor (ULP) Lombok Tengah di Kota Selong Kabupaten Lombok Timur dimutasi.

Mutasi empat pejabat itu buntut temuan adanya maladministras di lingkungan Imigrasi.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Wilayah NTB Adhar Hakim mengatakan, usai melakukan koordinasi selama 1 jam 20 menit di Kantor Ombudsman NTB, pihak ORI bersama Kanwil Kumham NTB mengaku telah melakukan mutasi sebanyak 4 pejabat di Kantor ULP Lombok Timur.


Mutasi itu dilakukan setelah adanya kasus dugaan percaloan itu mencuat pertama kali pada akhir bulan Juli 2022 kemarin sesuai hasil investigasi pihak Ombudsman NTB secara tertutup.

"Kita sampaikan tadi memang ada enam perbuatan maladministrasi dari hasil investigasi di ULP Lombok Timur. Mereka sepakat harus dilakukan perbaikan," kata Adhar Hakim, Kamis (11/8/2022) usai melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi Kelas I Mataram.

Selain itu, Adhar meminta agar enam poin dugaan maladministrasi yakni dugaan praktik percaloan di ULP Lombok Timur untuk segera diperbaiki.

"Kami melihat proses di imigrasi ini ada pintu terbukanya jalur PMI ilegal. Nah di sana kami ingatkan karena ada akses calo dalam pembuatan M-Paspor yang merusak sistem layanan di Imigrasi," kata Adhar.

"Kita sampaikan bahwa kami dapat akses ke bawah selama proses investigasi. Jadi permasalahannya ada orang orang itu masuk ke dalam yang melakukan praktik percaloan. Nah inilah yang butuh perbaikan," lanjut Adhar.

Selain itu, pihak Ombudsman NTB juga meminta agar akses adanya ruang dugaan praktik percaloan itu agar segera ditutup dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Imigrasi Mataram.

"Kami juga minta selama masyarakat percaya dengan calo ini silakan saja tutup akses itu. Tinggal nanti edukasi masyarakat tidak usah percaya calo," kata Adhar.

Selain meminta menutup akses praktik percaloan di ULP Lombok Timur, Ombudsman NTB juga meminta agar Imigrasi Kelas I Mataram mendorong adanya perbaikan layanan sistem pembuatan M-Paspor di masing-masing ULP di NTB sesuai prosedur.

"Alhamdulillah pihak Imigrasi, Kanwil Kumham tadi sangat kooperatif. Kami di Ombudsman juga siap mendampingi. Karena paling penting ke masyarakat adalah layanan M-Paspor ini bisa lebih baik," kata Adhar.

Sementara dari pantauan detikBali, empat petinggi Kanwil Kumham NTB dan pusat hadiri koordinasi di kantor Ombudsman NTB terkait dugaan adanya praktik percaloan di ULP Lombok Timur.

Empat pejabat itu antara lain: Kadiv Imigrasi Kanwil Kumham NTB, Parlindunga, Kabid Imigrasi Kanwil Kumham NTB Samsul Rizal, Kasi Lantaskim Imigrasi Kelas I Mataram I Made Surya Artha dan Sahroni Tim Khusus Dirjen Imigrasi Kumham Pusat.

Pihak imigrasi dan pihak Kanwil Kumham NTB pun enggan menjawab pertanyaan media terkait hasil pertemuan bersama Ombudsman NTB. Empat pejabat petinggi Imigrasi Kelas I Mataram dan Kanwil Kumham NTB itu rupanya langsung meninggalkan kantor Ombudsman NTB dan mengabaikan pertanyaan media.



Simak Video "Diduga Ada Maladministrasi, Ombudsman Beri Tindakan Korektif ke BRIN"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)