Tukang Ojek di Mataram Ditangkap Polisi Usai Terekam CCTV Curi Burung

Ahmad Viqi - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 23:04 WIB
Pelaku pencurian burung kecial terekam kamera CCTV ditangkap di Mapolsek Sandubaya Mataram, Selasa (9/8/2022).
Foto: Pelaku pencurian burung kecial terekam kamera CCTV ditangkap di Mapolsek Sandubaya Mataram, Selasa (9/8/2022).(Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Seorang tukang ojek berinisial HH (27), asal Desa Sandik, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat ditangkap polisi lantaran diduga mencuri burung. Aksi HH itu sempat viral karena terekam kamera Closed Circuit Televisi (CCTV) pada Minggu (31/7/2022).

Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah mengatakan aksi pelaku HH tersebut sempat terekam usai mencuri burung kecial di kediaman I Made Artana (46) Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kota Mataram.

"Modus pelaku ini sengaja mencuri burung setelah antar penumpang yang dekat dengan TKP. Jadi sudah diincar burung itu," kata Kompol Nasrullah, Selasa (9/8/2022) di Mataram.


Melihat kondisi rumah korban sepi, pelaku HH sengaja memanjat pagar rumah korban kemudian membawa kabur burung bersama sangkarnya yang digantung di depan teras rumah korban.

"Saat itu memang korban pergi ke pantai bersama keluarga. Sekitar pukul 18.30 WITA korban pulang melihat burung jenis kecial beserta sangkarnya sudah hilang," kata Nasrullah.

Meski burung berhasil dibawa HH korban pun langsung mengecek rekaman CCTV di halaman rumah dan menyebarkan video pelaku HH di media sosial.

"Jelas terlihat waktu itu burung yang digantung di teras rumah diambil pelaku. Korban mengalami kerugian sebesar Rp 1.000.000," katanya.

Pelaku yang keseharian menjadi tukang ojek pangkalan ini pun berhasil dibekuk berada di wilayah Gomong Kecamatan Selaparang Kota Mataram pada Rabu (3/8/2022) kemarin. Adapun burung bersama sangkar milik korban rupanya dijual di wilayah Ampenan juga turut diamankan.

Kini pelaku bersama barang bukti seekor burung jenis kecial bersama satu buah sangkar burung diamankan. Pelaku HH pun dijerat Pasal 384 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Meski ditetapkan menjadi tersangka kata Nasrullah pemilik burung I Made Artana (46) telah mengajukan permohonan Restorative Justice (RJ) ke Polsek Sandubaya dengan korban.

"Korban sudah ajukan upaya damai yang diajukan oleh pelaku. Kami sedang mempersiapkan upaya RJ sesuai permintaan korban, kami sedang melengkapi persyaratan, dan telah melakukan kesepakatan damai antara korban dengan pelaku," pungkas Nasrullah.



Simak Video "Terekam CCTV! Detik-detik Rampok Bersajam Gasak Minimarket di Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)