Pengakuan Pengedar Ganja Kering di Mataram, Kecanduan Sejak SMA

Pengakuan Pengedar Ganja Kering di Mataram, Kecanduan Sejak SMA

Ahmad Viqi - detikBali
Rabu, 13 Jul 2022 14:39 WIB
Pecandu sekaligus pengedar narkotika ganja kering inisial RR asal Kota Mataram, dibekuk tim Opsnal Satreskoba Polresta Mataram,  Rabu (13/7/2022).
Pecandu sekaligus pengedar narkotika ganja kering inisial RR asal Kota Mataram, dibekuk tim Opsnal Satreskoba Polresta Mataram, Rabu (13/7/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Mataram -

Satu pecandu sekaligus pengedar ganja kering kiriman dari Provinsi Sumatera Utara asal Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), inisial RR (23), mengaku telah memakai dan mengedarkan ganja sejak duduk di bangku SMA.

Menurut RR, dia telah melakukan pemesanan ganja kering dari Provinsi Sumatera Utara sebanyak tiga kali dalam kurun tiga tahun terakhir dengan total berat brutto tiga kilogram.

"Ya benar sudah tiga kali saya memesan. Pertama tahun 2020 itu saya nitip di teman saya seharga Rp 8 juta seberat satu kilogram. Kedua itu juga sama seberat satu kilogram, dan terakhir kemarin pada Sabtu (9/7/2022), seharga Rp 8,5 juta seberat 1,08 kilogram," kata RR kepada detikBali, Rabu (13/7/2022).


Dikatakan RR, dia mulai kecanduan dan mengedarkan ganja di kalangan rekannya sejak duduk di bangku SMA di Kota Mataram. Bahkan kerap kali mengedarkan sabu ke teman nongkrong.

"Saya sudah jadi pecandu ganja sejak SMA. Biasa edarkan di teman-teman dekat. Jadi sebenarnya saya tidak fokus menjual, saya hanya kecanduan ganja. Kalau ada yang pesan saya kasi, untungnya malah tidak ada. Untung jual ganja untuk makai lagi. Kadang saya nombok karena saya pecandu berat," tutur RR.

Penyanyi kafe sekaligus gitaris ini menuturkan, satu rekan pemesan ganja kering dari Provinsi Sumatera Utara inisial S, berhasil kabur usai mengetahui ada penangkapan di kos-kosannya pada Sabtu (9/7/2022) sore kemarin.

"Dia juga pemesan ganja kering via jasa pengiriman bagi dua dengan saya. Dia kan berhasil kabur," katanya.

Selain aktif sebagai pengedar ganja kering di kalangan remaja di Kota Mataram, RR juga aktif mengisi acara musik dari kafe ke kafe di Kota Mataram. "Manggung di kafe seputaran Kota Mataram. Kalau ada panggilan, ya saya pergi manggung," kata RR.

Selama menjadi pengedar narkotika jenis ganja kering, RR mengaku tidak pernah mengedarkan sabu ke kafe atau rekan sesama penyanyi di Kota Mataram. "Tidak sampai sebar di teman band. Teman band ini hanya sebatas teman nyanyi saja. Istri saya kan tidak memakai ganja, hanya saya yang makai," katanya.

RR juga menuturkan, pertama kali menggunakan sabu dan aktif menjadi pengedar setelah pertama kali memesan ganja di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Taliwang, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, semasa duduk di bangku SMA sekitar tahun 2017 lalu.

"Awalnya dulu pesan di Karang Bagu pas SMA. Setalah itu baru kecanduan dan jadi pengedar," pungkasnya.

Sebelumnya, Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, polisi mengamankan RR dan istrinya inisial IN, di kos-kosan miliknya di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pelaku RR diancam pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 111 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.



Simak Video "Main Bai, Tradisi Berburu di Sumbawa Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)