Pendaki Jatuh di Gunung Rinjani, Alami Luka Lecet-Patah Tulang

Ahmad Viqi - detikBali
Selasa, 24 Mei 2022 09:46 WIB
pendaki di Rinjani Jatuh di jalur pendakian Torean Gunung Rinjani Lombok NTB alami luka-luka
Foto: pendaki di Rinjani Jatuh di jalur pendakian Torean Gunung Rinjani Lombok NTB alami luka-luka. (ist)
Lombok Utara -

Cerita pilu datang dari salah satu pendaki asal Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Faozi Arsha Giovani (37) terperosok jatuh ke tebing sekitar 10 meter di jalur pendakian Torean di Gunung Rinjani alami luka-luka di sekujur tubuhnya, pada Rabu (18/5/2022).

Arsha mengalami luka serius di bagian muka sebelah kiri, bibir, telapak tangan sebelah kanan dan bahkan 1 giginya patah 1/3 bagian.

Selain itu, bagian kaki di sekitar dengkul kiri dan kanan Arsha alami luka lecet. Bahkan nahasnya lagi, kaki kirinya keseleo.


"Kaki kanan saya itu tulang dengkulnya kegeser," tutur Arsha kepada detikBali, Selasa (24/5/2022).

Kisah Arsha dibagikan seorang rekannya melalui insta story melalui sosial media Instagram pada, Senin (23/5/2022) malam .

Rekan setim Arsha berinisial M asal Mataram mengklarifikasi bahwa benar Arsha terjatuh saat turun dari Danau Segara Anak Gunung Rinjani pada Rabu (18/5/2022) usai berangkat bersama 13 orang pendaki asal Lombok mendaki Rinjani.

Kepada detikBali, Arsha menceritakan kronologi awal mula ia terjatuh di tebing sebelah air Terjun Penimbungan di jalur Pendakian Torean, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Awalnya, kata Arsha, dia berangkat mendaki ke Gunung Rinjani pada tanggal 15 hingga 18 Mei 2022 lalu. Tepat tanggal 18 Mei 2022 ketika sedang dalam perjalanan pulang via jalur Torean, sekitar pukul 17.30 WITA, Arsha bersama sebagian rekannya memutuskan beristirahat persis di atas tebing sebelah tangga air terjun Penimbung jalur Torean.

"Sembari istirahat saya sendiri berdiri menghadap ke tebing, jaraknya sekitar 1 meter. Ketika saya balik badan membelakangi tebing sontak saya melihat sosok wanita yang sangat cantik di depan saya, kemudian sosok itu mendorong saya," kata Arsha bercerita.

Wanita cantik itu, ujar dia, bukanlah sosok rekan setim dari Arsha. Sosok wanita itu dia yakini adalah penunggu Air Terjun Penimbungan di jalur Torean Gunung Rinjani. Setelah didorong oleh sosok wanita cantik itu, dia pun akhirnya tidak sadarkan diri.

"Beberapa teman saya melihat saya jatuh dengan posisi seperti sujud. Jadi bagian kepala mengenai tumpukan bebatuan di bawah. Saat itu saya dalam kondisi pingsan," katanya.

Setelah kejadian, rekan setimnya mencari sinyal untuk menghubungi tim evakuasi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) wilayah Torean. Sekitar pukul 21.00 WITA malam pihak BTNGR berangkat untuk mengevakuasi Arsha.

"Tim TNGR informasinya jalan ke lokasi kejadian pukul 23.00 WITA malam dan sampai di lokasi kejadian, Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 03.00 dini hari karena kendala hujan deras," katanya.

Setiba di base camp jalur Torean, rekan Arsha bersama tim evakuasi TNGR membawanya ke puskesmas di Desa Senaru dan mendapatkan penanganan medis. Setelah mendapatkan penanganan medis, Arsha kemudian singgah di rumah rekannya di wilayah Desa Sajang Bawak Nao Kecamatan Sembalun sebelum pulang ke Desa Paok Motong Lombok Timur.

"Iya sekarang sudah di rumah sedang dalam pemulihan. Saya bersyukur masih selamat," tuturnya.

Arsha pun menegaskan bahwa dia tidak berniat untuk mengarang cerita terkait kronologi awal mula ia terjatuh di tebing Jalur Torean. Hal itu karena semua hal mistis diakui Arsha susah untuk diterima kalangan masyarakat pendaki.

"Tapi di satu sisi juga saya mau ini bisa jadi edukasi pendaki lain untuk lebih berhati-hati ketika mendaki, terlebih lagi ketika melewati Jalur Pendakian Torean," pungkas Arsha.



Simak Video "Dikpora-BPKAD Dompu Digeledah Terkait Dugaan Korupsi KONI"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)